Gowes Tanpa Lomba, Tapi Penuh Cerita di Kota Tasikmalaya!

Gowes kahmi
Kader KAHMI Tasikmalaya rehat di rumah Kadis Kominfo Amran Saefulloh usai gowes, Sabtu (17/1/2026)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pagi belum sepenuhnya matang ketika deretan sepeda mulai berdatangan ke Sekretariat HMI di Jalan Sutisna Senjaya.

Tidak ada aba-aba resmi. Tidak ada peluit. Yang terdengar justru sapaan lama yang tak canggung, tawa pendek, dan cerita yang seolah tak pernah habis.

Inilah GOWES KAHMI Kota Tasikmalaya. Sebuah gowes santuy, tapi sarat makna.Kegiatan ini bukan hal baru.

Baca Juga:Proyek Pembangunan KNMP Pangandaran Diduga Molor20 Adegan Kasus Tusuk Dada di Eks Depo Ikan Cieunteung Kota Tasikmalaya Diperagakan pada Rekonstruksi

Ia rutin digelar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Tasikmalaya.

Kadang dibungkus peringatan Milad KAHMI. Kadang sekadar menjadi alasan untuk bertemu. Tujuannya sederhana: menjaga kebugaran, merawat silaturahmi, dan memastikan tali persaudaraan tetap utuh meski waktu dan kesibukan terus berlari.

Seperti biasa, gowes dimulai dari sekretariat. Dari tempat yang menjadi saksi lahirnya banyak gagasan, perdebatan, dan idealisme mahasiswa.

Lalu rombongan mengayuh pelan, menyusuri kota, seolah mengulang kembali jejak-jejak kebersamaan yang dulu pernah dilalui.

Kali ini, tujuan akhirnya adalah kediaman Amran Safeulloh. Ia menjadi tuan rumah. Waktunya terasa pas.

Beberapa hari sebelumnya, Amran baru saja mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kominfo dan Informatika Kota Tasikmalaya. Sebelumnya, ia dikenal sebagai Kabid Aplikasi dan Informatika.

Tak ada ucapan selamat yang berlebihan. Tidak ada seremoni. Jabatan seolah melebur dalam suasana guyub. Di sini, Amran lebih dulu dikenal sebagai sesama alumni. Bukan sebagai pejabat.

Baca Juga:Rektor Baru yang Membumi!Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!

Obrolan pun mengalir. Dari hal-hal ringan hingga yang berat. Soal ekonomi yang kian menantang. Soal sosial yang tak pernah selesai. Soal politik yang selalu menarik untuk dibedah. Semua dibicarakan tanpa mimbar, tanpa jarak.

Presidium MD KAHMI Kota Tasikmalaya, Zenzen Jaenudin, menyebut gowes ini lebih dari sekadar olahraga. “Ini ajang silaturahmi,” ujarnya. Bahkan, lanjutnya, sering kali diskusi yang lahir di gowes justru berujung pada kolaborasi nyata.

Marsidi Nadam hadir pagi itu. Sosok yang dikenal tegas, keras dan idealis. Namun pesannya sederhana dan hangat. Ia mengingatkan agar Gowes KAHMI terus dilaksanakan. “Karena kita semua di KAHMI ini saudara,” katanya.

Menurut Marsidi, gowes santuy harus menjadi jembatan antara alumni dan kader HMI. Tempat saling mengayomi dan mengasihi. Bukan sekadar nostalgia, tapi ruang regenerasi dan pewarisan nilai.

0 Komentar