AC Milan Turun ke Posisi 19
Dari wakil Italia di Liga Champions, Inter menjadi penyumbang terbesar, sementara Atalanta dan Juventus menguntit di belakang sementara AC Milan harus puas masuk 20 besar.
– Atalanta – €67,8 juta (Rp1,15 triliun) – peringkat 15
– Juventus – €66,4 juta (Rp1,13 triliun) – peringkat 16
– AC Milan – €61,3 juta (Rp1,04 triliun) – peringkat 19
Bologna, meski hanya berkompetisi sampai babak fase grup, masih mendapat €35,2 juta (Rp598,4 miliar), menempatkan mereka di urutan ke-30.
Pendapatan Liga Europa dan Conference League
Di dua kompetisi lainnya, angka pendapatan terlihat jauh lebih kecil. Namun wakil Italia tetap mencatat pendapatan signifikan.
Baca Juga:Fabrizio Romano: Juventus Gelar Pertemuan Rahasia dengan Agen MatetaMedia Italia Tak Yakin Inter Bisa Bawa Pulang Ivan Perisic
Liga Europa 2024/25
– Lazio – €24,1 juta (Rp409,7 miliar) – peringkat tiga
– AS Roma – €20,5 juta (Rp348,5 miliar) – peringkat sembilan
Liga Conference Eropa
– Fiorentina – hampir €14 juta (±Rp238 miliar) – peringkat tiga
Laporan UEFA ini kembali menegaskan bahwa prestasi di Liga Champions memiliki dampak ekonomi paling besar.
Inter menikmati lompatan nilai yang luar biasa, sementara AC Milan, Juventus, dan Atalanta harus puas berada dibelakang.
Namun bagi klub di Liga Europa dan Conference League, selisih pendapatan yang besar menjadi pengingat bahwa kompetisi tertinggi tetap menjadi tujuan utama semua tim top Eropa.
