TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah membuka peluang mendapatkan hibah aset dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Peluang itu mencuat setelah adanya fasilitasi dan penjajakan yang dilakukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, khususnya dari perwakilan DKI Jakarta dan Jawa Barat, Kamis (15/1/2026).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra mengatakan, salah satu tugas utama DPD RI adalah mengurusi otonomi daerah, termasuk membuka ruang kerja sama antardaerah atau government to government (G to G).
Baca Juga:Bulan Rajab, Kadisdik Rojab!Parkir Tanpa Karcis Bocorkan PAD, Mahasiswa Soroti Lemahnya Pengawasan Dishub Kota Tasikmalaya
Dalam konteks itulah, DPD RI berperan menjembatani kebutuhan daerah dengan daerah lain yang memiliki kapasitas lebih besar.
“DPD RI ini kan urusannya otonomi daerah. Pak Irvan dari DPD RI DKI dan Pak Alfiansyah Komeng dari DPD RI Jawa Barat mencoba mencari peluang kerja sama G to G antara DKI dan Jawa Barat, termasuk soal hibah aset,” ujar Diky saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, selama ini hibah aset dari DKI Jakarta umumnya mengalir ke kabupaten/kota penopang ibu kota.
Kota Tasikmalaya, kata dia, belum pernah merasakan skema tersebut.
Padahal, beberapa daerah non-penopang seperti Ciamis dan Sukabumi disebut pernah mendapat hibah serupa.
“Dulu zaman Pak Cheka Virgowansyah, yang kini jadi Dirjen Otda dan sebelumnya Plt Wali Kota Tasikmalaya, sudah pernah ada permintaan hibah bus ke DKI. Tapi waktu itu terkendala karena prioritasnya wilayah penopang. Sekarang infonya peluang itu mulai terbuka,” terangnya.
Menurut Diky, informasi peluang tersebut ia peroleh langsung dari perwakilan DPD RI.
Bahkan, Pemkot Tasikmalaya diajak terlibat dalam sesi brainstorming bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, khususnya terkait aset seperti bus sekolah dan mobil derek.
Baca Juga:Antisipasi Luapan, Saluran Tersumbat di Kota Tasikmalaya Gencar Dibongkar Biar Air MengalirTekan Volume Sampah Organik di TPA, DLH Kota Tasikmalaya Gandeng Pusat Perbelanjaan dan Peternak Lokal
“Alhamdulillah, Kota Tasikmalaya diajak diskusi. Ini jadi angin segar, apalagi kondisi APBD kita terbatas, ditambah efisiensi anggaran dan situasi negara seperti sekarang,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, Diky mengaku secara spontan menemui Sekretaris Daerah DKI Jakarta pada hari yang sama untuk memastikan peluang tersebut.
Respons yang diterima, kata dia, cukup positif, namun dengan catatan harus ada tindak lanjut resmi dari Pemkot Tasikmalaya.
