BANJAR, RADARTASIK.ID – Warga Lingkungan Banjar RT 03 RW 02 Kelurahan/Kecamatan Banjar memprotes pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar trotoar.
Bukan karena tak senang ada lampu penerangan, melainkan kesal dengan kecerobohan pemasangan tiang PJU yang menyebabkan saluran air di dekatnya ambrol dan akhirnya mampet.
Sebagai bentuk protes, mereka memasang sebuah papan berisi tulisan yang ditujukan kepada pihak kelurahan.
Baca Juga:Gelar Rakernas II, Himpunan Pengusaha Persis Teguhkan Tata Kelola Membangun Kemandirian Ekonomi JamiyahMohamad Zen Husnudzon!
“kami warga Banjar tidak membutuhkan tiang lampu yang bagus, tapi yang kami butuhkan saluran air limbah yang benar dan tidak mampet. Mohon perhatiannya dari dinas yang terkait, bau pak,” demikian tertulis dalam papan tersebut.
Papan itu ditancapkan tepat di atas saluran air yang tampak ambrol. Letaknya di samping tiang PJU yang kokoh dan menjulang tinggi. Masalah ini pun direspon Lurah Banjar, Sukmana. Dia mendatangi langsung lokasi untuk meninjau saluran gorong-gorong yang ambrol akibat pemasangan PJU.
“Itu gorong-gorong yang ambrol dan salurannya sempat tertimbun tanah, waktu dipasang tiang lampu PJU ini. Akibatnya saluran air mampet, sehingga muncul ke atas jalan,” ucapnya Kamis (15/1/2026).
Akibat kejadian itu, kata dia, terjadi genangan air yang mengeluarkan bau. Kondisi ini dikhawatirkan mencemari lingkungan dan membuat jalan rusak. Warga sempat membongkar saluran air yang tertimbun tanah supaya tidak mampet, karena dikhawatirkan terjadi genangan air di jalan akibat belum ada perbaikan.
Diketahui tiang lampu PJU yang terpasang itu milik Provinsi Jawa Barat (Jabar), dan dikerjakan pada bulan November 2025. Letak tiang lampu PJU berada di jalan provinsi (Jalan Husein Kartasasmita), sehingga kewenangan perbaikan ada di Dinas PUTR provinsi.
“Kami sudah berupaya menindaklanjuti ke Dinas PUTR Kota Banjar, agar berkoordinasi dengan Dinas PUTR Provinsi Jabar karen ini di luar wewenang kami,” tuturnya.
Menurutnya, papan protes dari warga tersebut dipasang baru-baru ini setelah sebelumnya warga mengeluh ke kelurahan Banjar. Mereka juga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes.
Baca Juga:Rapor OPD 2025 di Pemerintah Kota Tasikmalaya: Beberapa Dinas Diberi Nilai Kosong oleh Publik!Rapor OPD 2025 di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya: Nilai Tinggi di Internal, Nilai Rendah di Mata Publik!
Salah seorang warga, Dina, mengharapkan supaya trotoar dan saluran air yang ambrol segera diperbaiki karena jalan menuju gang ikut tergerus air genangan sehingga alami kerusakan.
