Jurnalis Italia: Formasi Klasik Allegri Patahkan Taktik Perlebar Lapangan Fabregas

Adrien Rabiot
Adrien Rabiot menjadi aktor utama kemenangan AC milan di kandang Como Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Duel tunda pekan ke-16 Serie A antara Como dan AC Milan menyisakan satu kesimpulan menarik bagi Jurnalis Italia, Sandro Sabatini.

Ia melihat Cesc Fabregas berusaha menang lewat penguasaan ruang dengan sengaja memperlebar lapangan satu meter, tetapi Massimiliano Allegri justru memenangkannya lewat pengendalian ruang.

Bagi Sabatini, kemenangan Rossoneri 3-1 di Giuseppe Sinigaglia bukan sekadar soal eksekusi, tetapi juga tentang filosofi taktik yang saling bertabrakan.

Baca Juga:Media Spanyol Sebut Barcelona yang Membuat Real Madrid Runtuh, Pique Ejek Los Blancos di MedsosJurnalis Italia: AC Milan Incar Leon Goretzka karena Modric Belum Mau Perpanjang Kontrak

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini memetakan benturan gaya antara pelatih muda dan pelatih berpengalaman.

Fabregas mencoba melebarkan lapangan, sementara Allegri justru mempersempitnya dan di tengah kontradiksi pendekatan tersebut, muncul Adrien Rabiot sebagai aktor utama.

“Rabiot menemukan ruang tiga kali di area yang justru sengaja dipadatkan Milan,” tulis Sabatini.

Dua gol dan satu penalti yang diinisiasi sang gelandang Perancis mengubah jalannya pertandingan, sekaligus menunjukkan bagaimana kejeniusan struktural Allegri mengalahkan eksperimen Fabregas yang terlalu terbuka.

Di atas kertas, skor 3-1 membuat Milan tampak perkasa. Namun Sabatini tidak menilai laga itu sebagai demonstrasi kekuatan mutlak Rossoneri.

“Akan banyak yang membicarakan Milan yang sinis dan kejam. Tapi Como sebenarnya adalah protagonis sesungguhnya,” katanya.

Ia memuji penanpilan anak asuh Fabregas yang mendominasi penguasaan bola, berkali-kali menembus pertahanan Milan dan gagal memetik kemenangan karena penampilan ajaib Mike Maignan.

Baca Juga:Habiskan Rp850 Miliar untuk Dua Penyerang Baru, AS Roma Siap Lepas Paulo DybalaMedia Italia: Pio Esposito Senjata Rahasia Inter yang Tak Dimiliki Conte di Napoli

Dalam catatan Sabatini, kiper timnas Prancis itu melakukan tiga penyelamatan super penting: dua terhadap upaya Nico Pazdan tembakan Da Cunha.

Milan, singkatnya, bertahan keras, menderita, tetapi tajam ketika mendapat momentum.

Sabatini memberikan evaluasi tajam pada penampilan empat bek Milan tampil solid meski beberapa kali goyah.

Ia menyebut Tomori bermain keluar posisi di sisi kanan namun tetap efektif, Gabbia dan De Winter tampak gugup menghadapi umpan terobosan sedangkan Bartesaghi kurang eksplosif di kiri.

Di lini tengah, Saelemaekers dianggapnya sebagai “pion serbaguna” yang memicu pergerakan penalti akibat pelanggaran terhadap Rabiot.

Sementara Modric tampil inkonsisten dan Fofana baru menemukan ritme setelah turun minum.

0 Komentar