RADARTASIK.ID— Kiper Persib Teja Paku Alam jadi raja clean sheet di Super League 2025/2026 putaran pertama.
Persib Bandung menutup paruh musim BRI Super League 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen dengan catatan pertahanan paling solid.
Sepanjang 17 pertandingan, Maung Bandung hanya kebobolan 11 gol.
Performa impresif tersebut turut didukung oleh penjaga gawang Teja Paku Alam yang membukukan sembilan kali nirbobol, unggul tipis dari kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, yang mencatat delapan clean sheet.
Baca Juga:Kekurangan Persib di Putaran Pertama Versi Bojan Hodak, Tendangan Penalti Masih Menjadi MasalahDiakui Jujur Bojan Hodak, Persib Punya Energi Tambahan Luar Biasa yang Ciutkan Nyali Lawan
Sebagian besar clean sheet Teja terjadi saat bermain di kandang, yakni ketika menghadapi Semen Padang FC, Persebaya Surabaya, Persis Solo, Dewa United, Bhayangkara FC, PSM Makassar, dan Persija Jakarta.
Sementara itu, dua laga tandang tanpa kebobolan dicatatkan saat Persib bertemu PSBS Biak dan Bali United.
Meski torehan statistik tersebut terbilang mengesankan, Teja menilai timnya masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki.
Ia menekankan pentingnya melakukan pembenahan menjelang putaran kedua yang diprediksi akan berlangsung lebih menantang.
Menurutnya, capaian paruh musim patut disyukuri, namun evaluasi tetap menjadi prioritas agar performa tim semakin meningkat.
Kiper yang telah mengantarkan Persib meraih dua gelar juara itu juga menegaskan bahwa clean sheet hanyalah nilai tambah.
Baginya, hal terpenting tetap meraih kemenangan dan mengamankan tiga poin di setiap pertandingan.
Baca Juga:Laga Persib vs Persija Aman, Manajemen Persib Berikan Apresiasi kepada Kepolisian, Ini Kata Bos PersibPersib Juara Paruh Musim, Komentar Bojan Hodak Tak Jemawa Meski Kalahkan Persija Jakarta
Ia menyampaikan bahwa hasil maksimal tim menjadi fokus utama, sementara catatan nirbobol dianggap sebagai bonus.
Teja turut mengakui bahwa minimnya kebobolan Persib tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh pemain.
Solidnya lini belakang yang diperkuat nama-nama bek-bek grade A plus seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Federico Barba, Frans Putros, Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, hingga Alfeandra Dewangga.
Menurut Teja Paku Alam, bek-bek grade A plus itu memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas pertahanan tim.
Ia pun mengungkapkan rasa puas atas kekompakan lini pertahanan yang semakin terbangun.
Menurutnya, pengalaman para pemain belakang memudahkan komunikasi di lapangan sehingga koordinasi berjalan lebih efektif dan berujung pada terciptanya banyak pertandingan tanpa kebobolan.
