TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di sebuah sudut Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, aroma kopi berpadu dengan diskusi serius tentang masa depan ekonomi jamiyah.
Kamis, 15 Januari 2026, Jeda Coffee & Entry menjadi saksi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI), sebuah forum yang tak sekadar membahas program, tetapi juga menegaskan arah dan watak organisasi ke depan.
Rakernas II ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi HIPPI. Lebih dari sekadar agenda rutin tahunan, forum ini dimaknai sebagai ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Baca Juga:Mohamad Zen Husnudzon!Rapor OPD 2025 di Pemerintah Kota Tasikmalaya: Beberapa Dinas Diberi Nilai Kosong oleh Publik!
“Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang strategis untuk menyatukan visi dan langkah,” ujar Ketua HIPPI, H. Cucu Cumarna, membuka forum dengan nada reflektif.
Sejak 2023, HIPPI memang melalui dinamika internal yang cukup intens. Namun bagi Cucu, dinamika itu bukan gejala perpecahan, melainkan bagian dari proses pendewasaan organisasi. Ia memandang perbedaan pandangan sebagai keniscayaan dalam tubuh organisasi yang hidup dan bertumbuh.
“Dinamisasi di tubuh HIPPI sejak 2023 adalah proses alami yang harus kita lalui bersama,” katanya.
Alih-alih dipertentangkan, dinamika justru harus dikelola sebagai sarana menuju harmonisasi. Dari perbedaan itulah, menurut Cucu, kekuatan kolektif bisa dibangun. “Dinamisasi adalah sebuah keharusan untuk mencapai harmonisasi,” tegasnya.
Dalam konteks kepemimpinan, Cucu mengibaratkan dirinya sebagai seorang dirigen. Tugasnya bukan menonjolkan satu suara, melainkan mengorkestrasi seluruh potensi agar menghasilkan harmoni. Pendekatan persuasif dan inklusif menjadi pilihan dalam merawat kebersamaan di tengah keragaman latar belakang pengusaha anggota HIPPI.
“Saya merasa berada di tengah, mengorkestrasi semua elemen untuk harmonisasi,” ungkapnya.
Fondasi kebersamaan itu berpijak pada nilai-nilai Islam yang menjadi ruh gerakan HIPPI. Prinsip Ta’aruf (saling mengenal), Tafahum (saling memahami), dan Ta’awun (saling menolong) terus ditanamkan sebagai pedoman dalam setiap aktivitas organisasi.
Baca Juga:Rapor OPD 2025 di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya: Nilai Tinggi di Internal, Nilai Rendah di Mata Publik!Perempuan yang Menjaga Uang Kota Tasikmalaya Itu Pindah ke Ruang Pertimbangan!
“Ta’aruf, Tafahum, dan Ta’awun harus menjadi ruh gerakan HIPPI,” kata Cucu.
