RADARTASIK.ID – AC Milan mencatat catatan mengilap 19 laga tanpa kekalahan setelah menumbangkan Como 3-1 pada partai tunda pekan ke-16 Serie A.
Pertandingan yang sempat tertunda karena komitmen Rossoneri di Piala Super Italia itu membawa mereka kembali menempel Inter Milan.
Selisih kini hanya tiga poin dari pemuncak klasemen yang diasuh Cristian Chivu, yang sebelumnya menang meyakinkan atas Lecce.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Formasi Klasik Allegri Patahkan Taktik Perlebar Lapangan FabregasMedia Spanyol Sebut Barcelona yang Membuat Real Madrid Runtuh, Pique Ejek Los Blancos di Medsos
Meski skor akhir tampak meyakinkan, laga di Stadion Senigallia penuh tensi.
Como tampil agresif dan lebih dominan pada menit-menit awal, bahkan unggul lebih dulu lewat sundulan Kempf.
Namun Milan tak goyah. Penalti Christopher Nkunku menyamakan kedudukan sebelum turun minum, dan babak kedua menjadi panggung besar Adrien Rabiot.
Dua golnya—satu dengan tembakan datar usai assist melengkung dari Rafael Leao, satunya lagi tendangan jarak menengah yang mengejutkan Guillaume Butez—menutup laga dan mengantar Milan ke posisi kedua sendirian.
Namun di balik kemenangan tersebut, ada momen kecil namun menarik yang mencuri sorotan: siapa yang berhak mengambil penalti Milan.
Kontroversi bermula ketika wasit Marco Guida menunjuk titik putih atas pelanggaran Kempf terhadap Rabiot.
VAR menguatkan keputusan tersebut meski pemain Como dan pelatih Cesc Fabregas memprotes karena menganggap Saelemaekers sebelumnya melanggar Van der Brempt.
Baca Juga:Jurnalis Italia: AC Milan Incar Leon Goretzka karena Modric Belum Mau Perpanjang KontrakHabiskan Rp850 Miliar untuk Dua Penyerang Baru, AS Roma Siap Lepas Paulo Dybala
Ketegangan tak berhenti di situ. Rafael Leao langsung menggenggam bola dan bersiap mengeksekusi, seperti yang ia lakukan beberapa pekan lalu di Parma saat Nkunku juga berada di lapangan.
Namun dari tepi lapangan, Massimiliano Allegri mengambil alih keputusan. Sang pelatih memanggil Nkunku dan memintanya menjadi algojo.
Leao tampak kaget dan kesal. Menurut rekaman lip-reading DAZN, sang pemain Portugal sempat menuju bench dan meminta klarifikasi: “Kenapa dia?”
Kapten Mike Maignan langsung menenangkannya, sementara penalti tetap ditugaskan kepada Nkunku.
Tekanan besar itu justru dibalas dengan presisi. Tendangan keras sang striker Prancis gagal dibendung Butez meski arah bola sempat terbaca.
Gol itu tak hanya menyamakan kedudukan, tapi juga menunjukkan kepercayaan diri seorang pemain yang sebelumnya mencetak gol penalti kontra Verona saat Leao absen.
