Tekan Volume Sampah Organik di TPA, DLH Kota Tasikmalaya Gandeng Pusat Perbelanjaan dan Peternak Lokal

Program Goso DLH Kota Tasikmalaya tekan sampah organik
Petugas DLH Kota Tasikmalaya saat menggulirkan program Goso di Plaza Asia, Kamis (15/1/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Menurutnya, pemilahan sampah sebenarnya sudah dilakukan Plaza Asia sejak lama.

“Kami mendukung program pemerintah. Pemisahan sampah sudah kami lakukan dan kami juga terus mengurangi penggunaan plastik,” tutur Roni.

Ia menambahkan, pihak pengelola telah mendorong tenant dan supermarket untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

Penggunaan goodie bag nonplastik serta penyediaan kardus gratis menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah plastik.

Baca Juga:Pergantian Dandim 0612/Tasikmalaya, Tantangan Stabilitas Wilayah MenantiPolisi Telusuri Asal Limbah Diduga Pasca Melahirkan yang Ditemukan di Perum BRP Kota Tasikmalaya

Dukungan juga datang dari peternak bebek di Mega Mutiara Bungursari, Ujang Amin.

Ia menilai Goso memiliki potensi besar karena sebagian besar sampah di Kota Tasikmalaya merupakan sampah organik.

“Kami support penuh. Sampah organik ini potensinya besar, hampir 60 persen sampah di Kota Tasik itu organik, baik dari rumah tangga maupun hotel dan restoran,” jelas Ujang.

Menurutnya, pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak perlu dioptimalkan dengan dukungan sarana dan keberlanjutan kerja sama.

“Harapannya ada kontinuitas antara Plaza Asia, DLH, dan peternak. Juga ada penekanan dari pemerintah soal pemilahan sampah organik dan nonorganik,” tukasnya.

Ia meyakini, jika pemilahan dilakukan sejak awal, pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya dapat berjalan lebih optimal dan memberi manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. (rezza rizaldi)

0 Komentar