TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mulai menggulirkan Program Goso (Gerakan Olah Sampah Organik) sebagai upaya menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cingir.
Program ini ditandai dengan penerapan pengolahan sampah organik mandiri di pusat perbelanjaan Plaza Asia sebagai proyek percontohan, Kamis (15/1/2026).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, mengatakan program Goso merupakan ikhtiar pemerintah daerah untuk mengurangi dominasi sampah organik, yang selama ini menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah kota.
Baca Juga:Pergantian Dandim 0612/Tasikmalaya, Tantangan Stabilitas Wilayah MenantiPolisi Telusuri Asal Limbah Diduga Pasca Melahirkan yang Ditemukan di Perum BRP Kota Tasikmalaya
“Tujuan utamanya bagaimana sampah organik bisa diolah langsung di sumbernya. Ke depan, yang dibuang ke TPA Cingir itu hanya residunya saja,” kata Feri.
Menurutnya, Plaza Asia dipilih sebagai lokasi awal karena pusat perbelanjaan menjadi penghasil sampah organik cukup besar.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagi pusat perbelanjaan lain di Kota Tasikmalaya.
“Ini kita jadikan percontohan. Insyaallah ke depan kita akan road show ke sektor hotel, restoran, dan kafe yang memang menghasilkan sampah organik,” terangnya.
Feri menjelaskan, sampah organik yang terkumpul tidak lagi dibuang ke depo atau TPA, melainkan dimanfaatkan untuk pakan ternak melalui kerja sama dengan peternak maggot, bebek, dan ayam.
Sementara itu untuk sampah anorganik, kata Feri, diarahkan ke bank sampah.
“Ada proses pemilahan. Organik dimanfaatkan untuk budidaya pakan ternak, anorganik ke bank sampah. Harapannya residu saja yang ke Cingir,” jelasnya.
Baca Juga:Karcis Parkir Masih Harus Diminta, Dishub Kota Tasikmalaya Pilih Membina Jukir daripada MenindakDelapan Pendaftar Ramaikan Pemilihan Rektor Unsil Tasikmalaya, Satu Kandidat dari Unpad
Selain menekan sampah, Goso juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan masyarakat.
DLH, kata Feri, rutin melakukan kegiatan bersih-bersih saluran air setiap bulan agar selokan bebas dari sampah.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi Kota Tasikmalaya dalam mendukung penilaian Adipura 2026.
Setelah dari Plaza Asia ini, DLH melanjutkan sampah tersebut dengan dibawa ke komunitas peternak bebek di kawasan Mega Mutiara, Bungursari.
“Dari ujung ke ujung, sampah ini dimanfaatkan kembali, tidak terbuang percuma,” katanya.
Sementara itu, Retail and Manager Operasional Plaza Asia, Roni Apriliansyah, menyatakan pihaknya mendukung penuh program pengolahan sampah yang digagas DLH.
