Yang menarik, Pemkot mulai bicara kualitas. Bukan hanya kuantitas. Metode pembinaan akan dibandingkan. Dipadukan. Dicari yang paling cepat, paling kuat, dan paling cocok dengan karakter santri Tasikmalaya.
Ada 20 pembina yang disiapkan. Mereka diharapkan bukan hanya menyelesaikan satu angkatan. Tapi membangun sistem. Agar Ohan Hafiz tidak berhenti sebagai program satu periode.
Target satu kelurahan satu hafiz memang belum tercapai. Tapi kadang, kekosongan itu justru menunjukkan kejujuran sebuah program.
Baca Juga:Pembinaan Koperasi Mandek, Ketua Dekopinda Kota Tasikmalaya Bongkar Penyakit LamaKepala Daerah Jangan Tertipu Laporan Manis, Karcis Parkir di Kota Tasikmalaya Muncul Jika Diminta
Bahwa menghafal Al-Qur’an tidak bisa dipercepat dengan surat keputusan. Tidak bisa dikejar dengan target angka. Butuh waktu. Butuh disiplin. Dan, minimal, lima juz sebagai langkah awal. (rezza rizaldi)
