Kondisi tersebut juga didukung oleh kinerja Manufaktur Indonesia yang berada pada level ekspansif dengan indeks 51,2 pada Desember 2025, serta pertumbuhan kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi sebesar Rp8,11 triliun atau 7,91 persen yoy.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberlanjutan sektor jasa di daerah sangat bergantung pada efektivitas belanja pemerintah.
Percepatan penyerapan anggaran daerah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga perputaran ekonomi, terutama di sektor jasa yang sangat sensitif terhadap belanja publik.
Baca Juga:Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung
Ia mengingatkan agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan belanja setelah dana masuk ke rekening kas daerah, serta meminimalkan dana mengendap yang berpotensi menunda manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Optimalisasi belanja daerah dan peningkatan kualitas belanja menjadi kunci agar sektor jasa terus tumbuh dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)
