Sektor Jasa Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Priatim

KPPN
Kepala KPPN Tasikmalaya, Zaenal Abidin saat memaparkan terkait kinerja APBN regional Priangan Timur, beberapa waktu lalu. (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sektor jasa masih menjadi penopang utama perekonomian wilayah Priangan Timur dan diperkirakan tetap memegang peran strategis di tahun 2026.

Struktur ekonomi daerah yang didominasi aktivitas perdagangan dan jasa menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Priangan Timur sangat bergantung pada geliat sektor tersier.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tasikmalaya, Zaenal Abidin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten/kota se-Priangan Timur hingga kuartal III 2025, sektor tersier memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Baca Juga:Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung

“Sektor tersier yang mencakup perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan, jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa lainnya, masih menjadi motor penggerak utama perekonomian Priangan Timur dengan kontribusi sekitar 60,31 persen terhadap PDRB,” ujar Zaenal.

Dominasi sektor jasa tersebut mencerminkan karakter ekonomi Priangan Timur yang bertumpu pada aktivitas konsumsi masyarakat, perdagangan regional, serta pergerakan jasa penunjang ekonomi. Aktivitas UMKM, sektor pariwisata lokal, transportasi, hingga jasa keuangan menjadi bagian penting dari rantai ekonomi daerah.

Memasuki tahun 2026, penguatan sektor jasa dinilai menjadi krusial untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Menurut Zaenal, hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Dalam konteks nasional, pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 pada kisaran 5,2 hingga 5,8 persen secara tahunan sebagaimana tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal.

Target tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk wilayah Priangan Timur. Di tengah dinamika global yang masih berlanjut, seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan perang tarif dagang, Zaenal menilai dampaknya terhadap perekonomian domestik, termasuk daerah, relatif terkendali.

Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan daya tahan ekonomi nasional masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 4,95 persen.

Zaenal menilai ketahanan ekonomi domestik masih terjaga, tercermin dari surplus Transaksi Berjalan pada kuartal III 2025 yang mencapai USD4.047,45 juta atau 1,09 persen terhadap PDB ADHB.

0 Komentar