TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Warga Perumahan BRP, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan sejumlah kantong kresek berisi limbah yang diduga bekas proses melahirkan, Rabu malam (14/1/2026).
Plt. Kapolsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agus Khusaeni mengatakan, temuan tersebut pertama kali diketahui warga sejak sore hari, namun baru dilaporkan ke kepolisian setelah tercium bau menyengat.
“Awalnya sekitar pukul 17.30 WIB saksi melihat kantong kresek putih di tengah jalan dan mengira itu sampah biasa. Baru sekitar pukul 20.00 WIB, setelah tercium aroma tidak sedap, warga melakukan pengecekan dan menemukan isinya mencurigakan,” kata AKP Agus, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga:Karcis Parkir Masih Harus Diminta, Dishub Kota Tasikmalaya Pilih Membina Jukir daripada MenindakDelapan Pendaftar Ramaikan Pemilihan Rektor Unsil Tasikmalaya, Satu Kandidat dari Unpad
Lokasi penemuan berada di Jalan Cerdramerta Perum BRP, tak jauh dari Masjid Rahmatullah.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Indihiang bersama unit reskrim, Inafis, dan petugas piket langsung mendatangi lokasi untuk melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan enam kantong kresek putih yang berisi berbagai limbah, di antaranya gumpalan darah, popok dewasa dan popok anak bernoda darah, softek, sarung tangan medis, tisu basah, kasa, hingga plastik bekas kantong urin.
“Barang-barang yang ditemukan mengarah pada limbah pasca melahirkan. Seluruh barang bukti sudah kami amankan dan dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang AKP Agus.
Pihak kepolisian juga melibatkan dokter jaga RSUD dr. Soekardjo untuk pemeriksaan awal.
Berdasarkan keterangan medis, ditemukan indikasi bahwa limbah tersebut berkaitan dengan proses persalinan yang diduga menggunakan fasilitas medis.
“Dari hasil pemeriksaan awal dokter, ditemukan peralatan medis dan adanya feses bayi pada popok anak. Kesimpulan sementara mengarah pada proses pasca melahirkan,” ungkapnya.
Baca Juga:Target Ohan Hafiz Kota Tasikmalaya Terganjal Syarat yang Tidak Bisa Ditawar!Pembinaan Koperasi Mandek, Ketua Dekopinda Kota Tasikmalaya Bongkar Penyakit Lama
Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mendalami asal-usul limbah tersebut.
AKP Agus menegaskan, penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
“Kami masih melakukan pendalaman. Fokus kami saat ini memastikan kronologi kejadian dan mengumpulkan fakta di lapangan,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
