TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bulan ini Rajab. Bukan bulan biasa. Rajab termasuk bulan yang dimuliakan. Sejak dulu. Sejak jauh sebelum kalender penuh seremoni.
Di bulan ini, orang-orang diajak berhenti sejenak. Mengurangi gaduh. Memperbaiki niat. Menata ulang arah.
Rajab itu pengingat. Bahwa sebelum melompat jauh, kita harus meluruskan langkah.
Baca Juga:Parkir Tanpa Karcis Bocorkan PAD, Mahasiswa Soroti Lemahnya Pengawasan Dishub Kota TasikmalayaAntisipasi Luapan, Saluran Tersumbat di Kota Tasikmalaya Gencar Dibongkar Biar Air Mengalir
Menariknya, di dunia pendidikan kita hari ini, ada satu nama yang tak bisa dilepaskan dari bulan ini.
Namanya panjang. Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si. Sejak 12 Agustus 2025, ia memegang jabatan baru. Kepala Dinas Pendidikan.
Ada satu kata yang mencolok di sana: Rojab. Bukan sekadar nama. Bukan kebetulan. Nama sering kali doa. Kadang juga amanah.
Rajab adalah bulan peninggian derajat.Bulan ketika orang-orang diminta berhenti berbuat sewenang-wenang. Bulan untuk menguatkan kendali diri.
Maka ketika “Rojab” kini memegang kendali dunia pendidikan, maknanya menjadi lebih dalam. Pendidikan itu wilayah suci.
Ia menentukan arah akhlak, kecerdasan, dan masa depan. Bukan ruang coba-coba. Bukan pula sekadar tempat menandatangani berkas.
Kepala Dinas Pendidikan bukan hanya administrator. Ia penentu warna. Ia penunjuk arah. Jika ia abu-abu, pendidikan akan redup. Jika ia tegas dan jernih, sekolah akan hidup.
Baca Juga:Tekan Volume Sampah Organik di TPA, DLH Kota Tasikmalaya Gandeng Pusat Perbelanjaan dan Peternak LokalPergantian Dandim 0612/Tasikmalaya, Tantangan Stabilitas Wilayah Menanti
Karena dinas pendidikan adalah dinas strategis. Penjaga marwah pemerintah.Penjaga mutu para pendidik. Guru itu bukan bawahan biasa. Mereka pembentuk manusia.
Di sinilah ujian itu datang. Apakah Rojab akan sekadar mengatur? Atau benar-benar memimpin? Apakah ia hanya mengiyakan usulan anak buah? Atau berani bertanya: ini perlu atau hanya kebiasaan lama?
Bulan Rajab mengajarkan satu hal penting: kepemimpinan adalah kendali, bukan kenyamanan.
Rajab adalah bulan menata ulang.Rojab adalah nama yang kini diuji maknanya. Bukan oleh kalender. Tapi oleh keputusan-keputusan kecil setiap hari.
Tentang guru honorer. Tentang kualitas belajar. Tentang arah kebijakan.Masih ada waktu. Masih ada ruang. Karena jabatan itu sementara.
Tapi dampaknya panjang. Dan kelak, orang tidak akan mengingat banyaknya rapat. Mereka akan mengingat: apakah dunia pendidikan berubah arah atau tetap berjalan di tempat.
