Bawa Inter Juara Paruh Musim, Media Italia Sanjung Penampilan Pio Esposito

Pio Esposito
Pio Esposito Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan memastikan diri sebagai juara paruh musim Serie A setelah menang tipis 1-0 atas Lecce dalam laga tunda pekan ke-16 di San Siro, dini hari tadi.

Gol semata wayang yang dicetak striker muda Pio Esposito bukan hanya menjadi pembeda, tetapi juga menegaskan kematangannya dalam momen penting.

Kemenangan ini terasa sangat krusial mengingat Inter sebelumnya tersandung dalam hasil imbang 2-2, yang memanaskan persaingan dengan Napoli di puncak klasemen.

Baca Juga:Siapkan Trio Andalan di Lini Tengah, Allegri Minta AC Milan Bermain Lebih Agresif di Kandang ComoLegenda Inter Bingung dengan Jadwal Padat AC Milan, Fans di Media Sosial: Serie A Jadi Liga Marotta

Namun, hasil imbang Napoli 0-0 melawan Parma pada sore harinya semakin mempertegas posisi Nerazzurri, yang kini memimpin enam poin di depan pasukan Antonio Conte.

Secara permainan, babak pertama Inter disebut sebagai salah satu penampilan terburuk mereka musim ini.

Lini depan tumpul, kreativitas minim, dan hanya segelintir peluang tercipta. Bahkan drama terbesar datang bukan dari serangan Inter, melainkan keputusan wasit.

Marcus Thuram mendapat kartu kuning pada menit ke-17 karena dinilai melakukan diving di kotak penalti, sebuah keputusan yang kemudian menjadi bahan perdebatan.

Tak lama berselang, Inter mendapatkan penalti setelah Bonny dijatuhkan Danilo Veiga.

Wasit Maresca menunjuk titik putih, namun setelah pengecekan di monitor VAR, keputusan dibatalkan karena Veiga dianggap menyentuh bola terlebih dahulu.

Masuknya Esposito Mengubah Segalanya

Momentum pertandingan berubah drastis di babak kedua ketika Cristian Chivu memasukkan Pio Esposito.

Baca Juga:Niclas Fullkrug Cedera, AC Milan Kebut Datangkan Striker Partizan BelgradeTerlalu Radikal, FA dan UEFA Kompak Tolak Aturan Offside Wenger

Masuk sebagai pengganti, pemain muda Italia itu langsung memberi energi baru bagi Inter.

Umpan-umpannya memaksa Lecce mundur, duel udara ia menangkan, dan tekanan untuk tim tamu semakin meningkat.

Puncaknya terjadi pada menit ke-71. Bermula dari umpan yang ia buka sendiri, bola diteruskan ke Lautaro Martínez yang melepaskan tembakan keras.

Falcone masih mampu menepis, tetapi Esposito dengan reaksi kilat menyambar bola muntah dan menembaknya masuk ke gawang. San Siro pun pecah menyambut gol penentu tiga poin itu.

Esposito bahkan hampir menggandakan keunggulan beberapa menit kemudian lewat tembakan menyilang yang mengarah ke tiang jauh, namun Falcone kembali tampil heroik menggagalkannya.

Selain dua momen penalti, laga ini diwarnai sejumlah keputusan kontroversial seperti Thuram lolos dari kartu kuning kedua meski dijatuhkan Siebert dalam duel satu lawan satu.

0 Komentar