PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Hasil tangkapan ikan di perairan Kabupaten Pangandaran di tahun 2025, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal tersebut diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama masalah cuaca buruk yang melanda Pangandaran.
Berdasarkan data Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran tangkapan ikan hingga akhir November 2025, mencapai 930 ton.
“UntukDesember masih dihitung, untuk sebagian data yang sudah masuk, juga hanya sampai ratusan ton,” kata Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap DKPKP Pangandaran, Mega kepada Radar Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:Rektor Baru yang Membumi!Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!
Jika dibandingkan tahun 2024, hasil tangkapan di tahun 2025 memang mengalami penurunan dan selisihnya sangat jomplang. “Pada tahun 2023 hasil tangkapan mencapai 2.800 ton, di tahun 2024 mencapai 2.300 ton dan di tahun 2025 sampai November mencapai 930 ton,” ucapnya.
Menurut dia cuaca buruk membuat nelayan jarang melaut dan akhirnya berpengaruh pada hasil tangkapan ikan. “Kita tahu cuaca buruk di akhir tahun, berpengaruh sekali,” ujarnya.
Selain itu, tidak semua nelayan memiliki alat tangkap yang lengkap untuk menangkap ikan. Sehingga pada musim tertentu, hasil tangkapan tidak maksimal. “Nelayan kita itu mampu menangkap ikan hingga 2 sampai 4 mil saja,” ujarnya.
Untuk retribusi hasil tangkap ikan di tahun 2025 mencapai Rp 1,1 Miliar, melebih target dari Rp 1.050 Miliar. Kata dia, tangkapan paling sedikit tercatat di bulan September 2025 yang hanya menghasilkan 52 ton ikan.
“Sementara yang paling tinggi di bulan Juli 2025 mencapai 191 ton,” katanya.(Deni Nurdiansyah)
