Siapa Antonio Arena, Anak Ajaib 16 Tahun AS Roma yang Butuh 60 Detik untuk Cetak Gol di Olimpico

Antonio Arena
Antonio Arena Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – AS Roma memang gagal melaju di Coppa Italia, namun dari laga sengit kontra Torino lahirlah sebuah kisah yang sangat mungkin menjadi awal perjalanan bintang besar.

Nama Antonio Arena, penyerang berusia 16 tahun, mendadak menjadi sorotan publik sepak bola Italia setelah mencetak gol penyama kedudukan tak lama setelah masuk lapangan.

Meski Roma akhirnya tumbang 2-3, Stadion Olimpico menyaksikan kelahiran bakat yang diyakini menjadi bagian dari masa depan Giallorossi.

Pertandingan babak 16 besar Coppa Italia tersebut berjalan dalam ritme tinggi.

Baca Juga:Robinio Vaz dan Donyell Malen, Bukti Direktur AS Roma Gagal Datangkan Striker Idaman GasperiniFiorentina Bajak Bek Inggris Incaran AC Milan, Direktur Juventus Pantau Langsung Oscar Mingueza

Torino yang berada di bawah arahan Marco Baroni tampil agresif sejak awal, menunjukkan kepercayaan diri yang semakin terasah musim ini.

Granata membuka skor pada menit ke-35 lewat aksi individu Che Adams.

Striker yang dipinjam dari Southampton itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan Svilar.

Roma merespons dengan peningkatan intensitas, namun babak pertama berakhir dengan keunggulan tim tamu.

Gasperini melakukan dua pergantian di awal babak kedua—Hermoso dan Ndicka masuk memperbaiki struktur pertahanan dan aliran bola.

Hasilnya langsung terasa ketika Hermoso menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola liar.

Namun, momentum Roma tak bertahan lama. Adams kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-52, sekali lagi memanfaatkan kreasi serangan Vlasic.

Skor 1-2 memaksa Gasperini berjudi.

Baca Juga:Ditawar Rp85 Miliar, Bek Akademi Hajduk Split Ragu Gabung Inter MilanSiapa Robinio Vaz? Calon Striker Baru AS Roma Seharga Rp340 Miliar

Ketika Roma mulai kehilangan energi dan ide, pelatih memutuskan mengirim Antonio Arena, bocah kelahiran 2009 yang baru pertama kali masuk skuad senior Coppa Italia.

Tepat pada menit ke-80, Arena menggantikan Bailey—pengambilan keputusan yang tampak spekulatif.

Mengambil posisi ideal di tengah kotak penalti, Arena menyambut crossing Wesley dari sisi kiri.

Tanpa keraguan sedikitpun, ia melompat dan menuntaskan dengan sundulan tajam ke pojok gawang Paleari.

Dalam hitungan 60 detik, remaja 16 tahun itu mengubah tribune Olimpico menjadi lautan teriakan.

Rekor baru tercipta: Arena menjadi pemain pertama kelahiran 2009 yang mencetak gol pada kompetisi level profesional di lima liga besar Eropa.

Sayangnya, malam magis Arena tak berujung manis bagi Roma.

0 Komentar