“Selain akademik, program ini juga mencakup pertukaran budaya. Saya akan belajar Mandarin dasar dan berinteraksi dengan komunitas internasional untuk memperluas jejaring global,” tuturnya.
Menghadapi lingkungan akademik dan budaya yang berbeda, kesiapan mental menjadi bekal penting bagi Putri sejak awal proses seleksi. Ia menyadari bahwa hasil apa pun harus diterima dengan sikap terbuka.
“Saya menyiapkan mental, baik ketika diterima maupun jika ternyata tidak lolos saya harus berlapang dada juga,” ujarnya. Melalui pengalaman riset internasional ini, Putri berharap capaian tersebut tidak berhenti pada prestasi personal semata. Ia ingin membawa pulang standar riset bertaraf internasional sebagai bekal kontribusi akademik yang lebih luas di masa depan.
Baca Juga:Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung
“Saya ingin pengalaman ini menjadi batu loncatan untuk kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan Indonesia di masa depan,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)
