TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi, Putri Nandini Septiani, berhasil menembus seleksi Taiwan Experience Education Program (TEEP).
Program internasional ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan riset akademik sekaligus pertukaran budaya di Taiwan.
Keberhasilan tersebut tidak datang dengan proses yang mudah. Jauh sebelum dinyatakan lolos, Putri mengaku sempat diliputi keraguan saat hendak mengikuti seleksi program tersebut.
Baca Juga:Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung
“Awalnya saya ragu, karena saat itu ayah saya sedang sakit cukup parah dan tidak memungkinkan bagi saya untuk meminta uang untuk tes TOEFL,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (13/1/2026).
Di tengah kondisi tersebut, mahasiswi semester akhir itu tetap memilih bertahan dan melanjutkan proses pendaftaran. Keputusan itu ia ambil dengan dukungan berbagai pihak yang terus menguatkannya hingga seluruh persyaratan seleksi dapat diselesaikan.
“Alhamdulillah Allah kasih saya kemudahan. Dan pada akhirnya semua persyaratan terkumpul. Banyak yang membantu, mulai dari kakak saya, Denna Permana, orang tua, teman-teman saya, Riva, Sabrina, Melan yang pada waktu itu membantu saya untuk proses ujian,” ujar Putri.
“Juga tentunya tak luput dari bantuan Pak Junjun yang memberikan arahan untuk memenuhi semua persyaratan tersebut, dan lembaga kampus saya Universitas Siliwangi yang sudah memberikan sarana dan prasarana mengenai program ini, hingga akhirnya saya mendapatkan Letter of Invitation,” sambungnya.
Dari seluruh tahapan seleksi yang dijalani, Putri menilai kemampuan bahasa asing menjadi salah satu penentu utama kelulusannya, selain capaian akademik dan pengalaman penunjang lainnya.
“Poin utamanya ada di bahasa, IPK di atas 3,2, dan pengalaman mengikuti perlombaan atau kegiatan lainnya,” katanya. Sebagai tindak lanjut dari kelulusan tersebut, mahasiswa asal Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya itu dijadwalkan mengikuti research internship selama berada di Taiwan.
Ia akan terlibat dalam riset intensif di laboratorium di bawah bimbingan profesor, berdiskusi dengan mahasiswa pascasarjana, serta mengikuti seminar-seminar akademik. Putri menuturkan, program ini juga dirancang untuk memperkuat aspek pertukaran budaya dan jejaring global.
