RADARTASIK.ID – Di tengah gejolak ekonomi global, siapa sangka teknologi pertanian modern Indonesia justru menjadi senjata rahasia yang mengubah sawah tradisional menjadi ladang peluang bernilai tinggi bagi masa depan ekonomi nasional.
Melansir dari kanal Narasi Newsroom, pertanian kini tidak lagi identik dengan kerja fisik semata, karena pemanfaatan kecerdasan buatan, drone, dan Internet of Things telah mendorong efisiensi produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor agrikultura.
Transformasi ini semakin relevan karena Indonesia sedang berada dalam fase bonus demografi sektor pertanian, ketika jumlah penduduk usia produktif melimpah dan membutuhkan ruang aktualisasi yang berkelanjutan secara ekonomi.
Baca Juga:Redmi A7 Pro Terendus di Sertifikasi Global, Strategi Diam-Diam Xiaomi Guncang Pasar Entry LevelLebih Dekat Dengan Honor Win! HP Gaming Baterai 10.000 mAh yang Tetap Tipis dan Berperforma Tinggi
Data menunjukkan Indonesia bukan negara miskin pangan, sebab FAO mencatat Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia, diperkuat luas lahan pertanian mencapai 646.000 kilometer persegi yang menjadi aset strategis nasional.
Kekuatan tersebut semakin solid ketika sensus pertanian mencatat peningkatan jumlah rumah tangga pertanian, yang menandakan sektor ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat di tengah arus industrialisasi.
Di balik angka tersebut, peran petani muda nasional menjadi kunci karena generasi usia 19 hingga 39 tahun mulai mendominasi pendekatan baru yang menggabungkan pertanian, teknologi, dan kewirausahaan.
Ekosistem agritech dan transformasi pertanian tumbuh pesat melalui kehadiran startup digital yang menjembatani petani kecil dengan akses modal, pasar, data cuaca, hingga efisiensi rantai pasok berbasis platform.
Lonjakan investasi yang mencapai triliunan rupiah ke sektor agritech membuktikan bahwa pertanian bukan lagi sektor pinggiran, melainkan ladang strategis yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Selain produksi, perubahan pola konsumsi melalui diversifikasi pangan lokal turut menjadi strategi ekonomi untuk menekan tekanan suplai beras dan memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan Indonesia.
Pemerintah juga mempercepat regenerasi melalui program Brigade Pangan yang melibatkan petani milenial dalam pengelolaan ratusan hektare lahan dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi.
Baca Juga:Harga Emas Rabu 14 Januari 2026 Bergerak Tipis, Ini Rincian Lengkap UBS, Antam, dan Galeri 24Huawei Enjoy 70X: Ketika Kelas Menengah Diberi Rasa Premium yang Lebih Berani
Pada akhirnya, masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan hasil panen, tetapi oleh keberanian generasi muda memadukan inovasi, teknologi, dan visi ekonomi berkelanjutan.
