Hampir tidak ada audit tata kelola atau pengukuran dampak pasca pembinaan, sehingga pola yang sama terus diulang setiap tahun, tanpa pembelajaran.
Sebagai jalan keluar, Agus mendorong skema pembinaan koperasi berbasis transformasi lima tahun.
Dimulai dari validasi data dan penataan kelembagaan, penguatan tata kelola dan SDM profesional, pembangunan model bisnis dan akses permodalan, integrasi rantai nilai serta digitalisasi, hingga branding koperasi unggulan daerah.
Baca Juga:Kepala Daerah Jangan Tertipu Laporan Manis, Karcis Parkir di Kota Tasikmalaya Muncul Jika DimintaTarget Ohan Hafiz Kota Tasikmalaya Belum Terpenuhi, Syarat Wajib Hafal 5 Juz Jadi Kendala
Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, 70 persen koperasi berada dalam kondisi sehat, seluruh koperasi menggunakan pembukuan digital, omzet meningkat signifikan, dan lahir koperasi unggulan sebagai role model daerah.
“Kalau pembinaan masih sekadar administratif, jangan heran hasilnya stagnan. Koperasi butuh transformasi, bukan seremoni,” tandasnya. (rezza rizaldi)
