TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Harapan menjadikan Pasar Purbaratu Kota Tasikmalaya sebagai motor penggerak ekonomi wilayah kini tinggal papan nama.
Di lapangan, pasar yang berdiri megah di Kota Tasikmalaya itu justru nyaris tak berdenyut.
Aktivitas jual beli minim, pedagang enggan bertahan, dan yang paling telak: Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasar ini tercatat nol rupiah.
Baca Juga:Kepala Daerah Jangan Tertipu Laporan Manis, Karcis Parkir di Kota Tasikmalaya Muncul Jika DimintaTarget Ohan Hafiz Kota Tasikmalaya Belum Terpenuhi, Syarat Wajib Hafal 5 Juz Jadi Kendala
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Tasikmalaya Sofian Zaenal Mutaqien tak menampik kondisi tersebut.
Ia mengakui Pasar Purbaratu berada dalam fase yang bisa dibilang hidup segan, mati pun tak mau.
“Memang kondisi Pasar Purbaratu betul, lagi mati suri,” ujarnya lugas, Selasa (13/1/2026).
Pengakuan itu bukan tanpa dasar.
Hingga kini, tidak ada satu rupiah pun PAD yang masuk dari retribusi kios maupun los Pasar Purbaratu.
Padahal, secara aturan, setiap pemanfaat kios dan los memiliki kewajiban membayar retribusi sebagai target pendapatan daerah.
“Catatan PAD kosong. Padahal seharusnya setelah 90 hari tidak membayar berturut-turut, surat pemanfaatan bisa dicabut. Sudah masuk target PAD, tapi sampai sekarang nihil,” tegas Sofian.
Berdasarkan data realisasi retribusi UPTD Pasar II —yang membawahi Pasar Purbaratu— seharusnya pemerintah menerima pemasukan sekitar Rp1.075.200 per bulan dari 18 los, serta Rp691.200 dari 8 kios.
Baca Juga:Suara Misterius dari Sumur Rumah Kosong, Damkar Kota Tasikmalaya Turun Tangan Selamatkan KucingBayar Parkir Rp2.000 Lebih Sakti dari Aturan, Dishub Kota Tasikmalaya Masih Adu Strategi di Lapangan
Angka yang memang tak fantastis, namun tetap bermakna bagi kas daerah. Sayangnya, angka itu kini hanya hidup di atas kertas.
Kondisi ini menjadi tamparan bagi pemerintah daerah.
Namun menurut Sofian, pendekatan yang diambil tidak serta-merta represif.
Fokus utama saat ini bukan mencabut hak pemanfaat, melainkan mencari cara agar pasar kembali bernapas.
“Ini jadi bahan evaluasi. Fokus kita sekarang bagaimana caranya mereaktivasi lagi Pasar Purbaratu,” terangnya.
Salah satu jurus yang disiapkan Diskop UKM Perindag Kota Tasikmalaya adalah konsep pasar tematik.
Ide ini bertujuan memberi identitas khusus pada tiap pasar agar memiliki daya tarik yang jelas dan berbeda.
Dari enam pasar yang dikelola, Pasar Purbaratu dan Pasar Cibeureum masuk dalam radar penerapan konsep tersebut.
