RADARTASIK.ID – Kritik terhadap penyusunan jadwal pertandingan Serie A kembali mencuat usai AC Milan terganjal hasil imbang kedua beruntun.
Setelah ditahan Genoa di San Siro, Rossoneri kembali kehilangan poin ketika hanya mampu bermain 1-1 melawan Fiorentina di Artemio Franchi, Minggu (12/1) dini hari WIB.
Yang menjadi sorotan utama bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga rentang waktu laga Milan yang dianggap terlalu mepet.
Baca Juga:Gianluca Minchiotti: Juventus Akan Berada di Puncak Klasemen Jika Spalletti Datang Lebih CepatJurnalis Italia: AC Milan Wajib Waspadai Trik Fabregas yang Perlebar Lapangan Como 1 Meter
Duel melawan Fiorentina digelar hanya 64 jam setelah pertandingan melawan Genoa—padahal regulator kompetisi menentukan jeda minimal 72 jam untuk menjaga kondisi fisik para pemain.
Legenda Inter Milan yang kini menjadi analis Sky Sport, Beppe Bergomi, tidak menyembunyikan keterkejutannya.
“Yang menyusun kalender pertandingan harus menjelaskan apa yang terjadi,” ujar Bergomi tegas.
“Milan dibuat bermain Jumat melawan Cagliari, lalu Kamis melawan Genoa, dan kemudian Minggu sudah harus menghadapi Fiorentina,” lanjutnya.
Bergomi juga menilai keputusan rotasi pelatih Massimiliano Allegri cukup logis mengingat jadwal tidak manusiawi yang harus dilalui skuad Rossoneri.
“Menurut saya Allegri menilai laga melawan Como lebih sulit dibanding Fiorentina. Saya yakin dia merencanakannya seperti itu,” tambahnya.
Komentar Bergomi langsung meledak di kalangan pendukung AC Milan yang telah lama curiga dengan penyusunan kalender kompetisi Serie A.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Sihir Spalletti Jadikan Juventus Tim Paling Tajam di Serie A, Conte Tahu Ia Dikerjai WasitRaspadori Membelot ke Atalanta, Ranieri: “Anak Itu Tidak Tertarik Gabung AS Roma”
Banyak yang menuding jadwal berat Milan tidak lain karena pengaruh Presiden Inter, Giuseppe “Beppe” Marotta, di struktur federasi.
Beberapa komentar yang menuding AC Milan diperlakukan tidak adil datang dari:
Mauro Sanero: “Terjadilah peristiwa di mana Serie A berubah menjadi Liga Marotta.”
Alessandro Pin: “Fiorentina hampir selalu main Minggu setelah Kamis di Conference, berhadapan lawan yang main Minggu sebelumnya. Jadi Beppe ganti penyedia layanan.”
Francesco Consoli: “Coba perhatikan, hal-hal seperti ini tidak pernah terjadi pada Juve atau Inter.”
Milanista Cz: “Marmotta yang mengatur kalender. Karena Inter punya Liga Champions dan Milan tidak, jadwal disusun untuk menyeimbangkan.”
Meski tudingan ini belum terbukti, persepsi publik jelas terbentuk: Liga cenderung memanjakan Inter dan membuat Milan kesulitan.
