Jurnalis Italia: Sihir Spalletti Jadikan Juventus Tim Paling Tajam di Serie A, Conte Tahu Ia Dikerjai Wasit

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti Foto: Tangkapan layar Instagram@juventus
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia, Fabrizio Biasin, memuji perubahan besar Juventus di bawah Luciano Spalletti sekaligus menyoroti drama yang menyelimuti Antonio Conte saat Napoli bermain imbang 2-2 melawan Inter Milan.

Dalam kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, Biasin mengurai statistik impresif Bianconeri, sembari mengomentari kartu merah dan sanksi dua laga yang diterima Conte akibat ledakan emosinya di pinggir lapangan.

Biasin membuka tulisannya dengan gaya satir sambil mengolok-olok anggapan bahwa Juventus hanya bisa menang jika bermain buruk sangat keliru.

Baca Juga:Raspadori Membelot ke Atalanta, Ranieri: “Anak Itu Tidak Tertarik Gabung AS Roma”Siapa Antonio Arena, Anak Ajaib 16 Tahun AS Roma yang Butuh 60 Detik untuk Cetak Gol di Olimpico

Menurutnya, Spalletti telah menghancurkan keyakinan tersebut dan mengubah DNA Nyonya Tua menjadi tim paling atraktif di Serie A.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, inilah Luciano Spalletti,” tulis Biasin.

Ia melihat Spalletti datang seperti penyihir dan menghapus kalimat klasik “tenang, tenang” dari pinggir lapangan dan menggantinya dengan instruksi agresif: menyerang, mendominasi, mengambil alih permainan, memaksa peluang, dan berani mengambil risiko.

Hasilnya terlihat jelas.

Dari tim yang duduk di peringkat 8 dengan 12 poin dari 8 laga era Tudor, Juventus kini mencatat 24 poin dari 11 pertandingan bersama Spalletti, termasuk 7 kemenangan dan rata-rata poin yang selevel kandidat scudetto.

Transformasi Juventus di bawah Luciano Spalletti tidak hanya terlihat dari cara bermain yang lebih berani dan menghibur, tetapi juga tercermin jelas lewat deretan statistik yang menegaskan dominasi mereka.

Dalam kurun waktu singkat, Bianconeri menjelma menjadi tim paling mematikan di Italia.

Pertama, Juventus kini menjadi tim paling produktif di Serie A dengan torehan 20 gol, sebuah lompatan signifikan dibandingkan performa tumpul di awal musim.

Baca Juga:Robinio Vaz dan Donyell Malen, Bukti Direktur AS Roma Gagal Datangkan Striker Idaman GasperiniFiorentina Bajak Bek Inggris Incaran AC Milan, Direktur Juventus Pantau Langsung Oscar Mingueza

Bukan hanya lini serang yang hidup kembali, distribusi gol juga menunjukkan variasi skema dan kreativitas yang meningkat.

Kedua, di saat banyak klub menyerang lebih agresif lalu ceroboh bertahan, Juventus justru memadukan keduanya dengan sempurna.

Pertahanan mereka hanya kebobolan 6 gol dalam periode yang sama, menjadikan mereka tim dengan gawang paling sulit ditembus.

Statistik penunjang lain makin menegaskan arahan Spalletti berjalan tepat sasaran.

Juventus mencatat 66 tembakan tepat sasaran, tertinggi di liga, yang menunjukkan bahwa serangan mereka bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas dalam menciptakan peluang berbahaya.

0 Komentar