RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia Fabrizio Biasin mengingatkan AC Milan agar tidak meremehkan manuver pelatih Como, Cesc Fabregas, yang baru-baru ini meminta penyesuaian ukuran lapangan Stadion Sinigaglia.
Permintaan kecil ini, menurut Biasin, bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan bagian dari detail strategis yang dapat memengaruhi laga, terutama bagi tim besar seperti Milan yang tengah berjuang mempertahankan konsistensi.
Pasukan Massimiliano Allegri datang ke pertandingan ini dengan modal empat laga beruntun tanpa kekalahan.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Sihir Spalletti Jadikan Juventus Tim Paling Tajam di Serie A, Conte Tahu Ia Dikerjai WasitRaspadori Membelot ke Atalanta, Ranieri: “Anak Itu Tidak Tertarik Gabung AS Roma”
Rossoneri masih menempati papan atas, tetapi dua hasil imbang beruntun melawan Genoa dan Fiorentina membuat mereka kehilangan sedikit momentum.
Satu-satunya kekalahan Milan sejauh ini terjadi pada Agustus lalu saat tumbang dari Cremonese.
Namun para pendukung mulai gelisah karena Milan terlihat kesulitan memecah kebuntuan dan menyelesaikan peluang dan kurang dominan dalam penguasaan bola.
Kondisi skuad juga pincang jelang lawatan ke kandang Como.
Striker Niclas Füllkrug mengalami cedera, meski menurut laporan medis ia “hanya” harus absen beberapa pekan.
Absennya bomber berbiaya transfer €22 juta atau sekitar Rp374 miliar itu jelas mengganggu rencana Allegri, terutama dalam partai tandang yang diperkirakan berlangsung ketat.
Di sisi lain, Milan juga terus berburu bek tengah baru—kebutuhan yang digambarkan Biasin sebagai “sama pentingnya dengan roti harian”.
Perekrutan satu pemain bertahan berkualitas dianggap wajib, bukan hanya untuk memperkuat lini belakang, tetapi juga menjaga kedalaman skuad agar mimpi scudetto tetap hidup.
Baca Juga:Siapa Antonio Arena, Anak Ajaib 16 Tahun AS Roma yang Butuh 60 Detik untuk Cetak Gol di OlimpicoRobinio Vaz dan Donyell Malen, Bukti Direktur AS Roma Gagal Datangkan Striker Idaman Gasperini
Perhatian publik sekarang mengarah pada Fabregas usai mantan gelandang elit Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu meminta lapangan Como diperlebar satu meter.
Banyak yang menertawakan langkah tersebut dan menganggapnya tak akan memberi dampak apa pun.
“Tambahan satu meter bukan urusan besar, tetapi itu memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih penting: mentalitas,” tulis Biasin.
Menurutnya, Fabregas menunjukkan karakter pelatih yang lapar akan kemajuan dan melihat detail kecil sebagai celah untuk mendapatkan keunggulan, sekalipun hanya sedikit.
Sementara itu, ia juga menyayangkan kritik dari mereka yang menganggap permintaan semacam ini sebagai hal sepele.
