RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia, Gianluca Minchiotti, menyebut Juventus seharusnya bisa berada di puncak klasemen Serie A musim ini jika Luciano Spalletti datang lebih cepat ke Turin.
Dalam analisisnya untuk Calciomercato, Minchiotti menyoroti kebangkitan tajam Juventus yang kini mulai terlihat sebagai penantang serius, setidaknya dalam perebutan zona Liga Champions.
Juventus baru saja menekuk Cremonese 5-0, hasil yang membawa mereka naik ke posisi keempat klasemen sementara.
Baca Juga:Jurnalis Italia: AC Milan Wajib Waspadai Trik Fabregas yang Perlebar Lapangan Como 1 MeterJurnalis Italia: Sihir Spalletti Jadikan Juventus Tim Paling Tajam di Serie A, Conte Tahu Ia Dikerjai Wasit
Persaingan papan atas kini semakin rapat setelah Inter, Napoli, dan AC Milan sama-sama terpeleset dengan hasil imbang.
Namun fokus utama Minchiotti bukan pada skor besar, melainkan pada kecepatan transformasi tim dalam waktu sangat singkat.
Sejak mengambil alih dari Igor Tudor pada awal musim dingin, Spalletti bekerja hanya dua bulan setengah dan mampu mengubah wajah tim.
Menurut Minchiotti, Spalletti berhasil menghapus dua jejak ekstrem yang pernah membuat Juventus kehilangan arah.
Pertama, penguasaan bola tanpa tujuan ala Thiago Motta dan kedua permainan box-to-box tanpa jaring pengaman ala Tudor.
Sebagai gantinya, pelatih asal Toscana itu mempersembahkan pendekatan yang seimbang: menguasai permainan sekaligus mematikannya lewat penyelesaian akhir.
Di sinilah muncul penyesalan terbesar bagi pendukung Juventus.
“Pertanyaannya sederhana: apa yang akan terjadi jika Spalletti datang pada musim panas,” tulis Minchiotti.
“Juventus menemukan dirinya kembali dan merebut hati para pendukungnya,” lanjutnya.
Baca Juga:Raspadori Membelot ke Atalanta, Ranieri: “Anak Itu Tidak Tertarik Gabung AS Roma”Siapa Antonio Arena, Anak Ajaib 16 Tahun AS Roma yang Butuh 60 Detik untuk Cetak Gol di Olimpico
Minchiotti menghitung, jika Juventus memakai Spalletti sejak pertandingan pertama, dengan rata-rata 2,3 poin per laga dalam 20 pekan Serie A, Juve akan mengoleksi 46 poin dan berada di puncak klasemen.
“Dengan rata-rata poin ini, Juventus akan berada di peringkat pertama hari ini,” tegasnya.
Sayangnya, fakta di lapangan berkata lain. Juventus memang berada di trek positif menuju tiket Liga Champions musim depan, tetapi dalam perburuan scudetto, peluangnya kecil.
Tidak hanya karena terpaut poin, tetapi terlalu banyak tim di atas yang harus tergelincir bersamaan agar Juventus bisa menyusul.
Meski begitu, sang jurnalis mengakui Juve untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun kembali menembus papan atas daftar tim tersubur.
