Dari Bale Kota Tasikmalaya ke Pusat Peta Otonomi Daerah Kemendagri!

Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah Paparkan Inovasi Hayuk Gawe kepada Kemenaker di Jakarta
Pj Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah, diangkat oleh angota Satpol PP usai menyampaikan salam perpisahan kepada para pegawai disela apel pagi, Kamis 28 November 2024. (Diskominfo Kota Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pagi ini, nama Cheka Virgowansyah kembali beredar di grup-grup WhatsApp birokrasi Kota Tasikmalaya.

Tidak ada foto pelantikan yang ramai. Tidak pula kutipan pidato panjang. Hanya satu kalimat pendek yang berulang: Cheka jadi Dirjen Otda.

Bagi sebagian orang Kota Tasikmalaya, nama itu masih lekat dengan ingatan tentang seorang penjabat wali kota yang datang tanpa janji besar.

Baca Juga:Lurah dan Camat di Kota Tasikmalaya "Retret" Ke Pangandaran Tanpa APBD?Hati-Hati dengan Circle!

Ia tidak menjual mimpi. Ia lebih sering terlihat membuka berkas, memimpin rapat-rapat teknis dan menutup hari dengan laporan.

Kini, mantan Penjabat Wali Kota Tasikmalaya itu resmi diangkat menjadi Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Jabatan yang oleh banyak kepala daerah disebut sebagai “ruang mesin” relasi pusat dan daerah.

Cheka bukan tipe pejabat yang gemar tampil di depan kamera. Saat memimpin Kota Tasikmalaya, ia lebih memilih menjaga stabilitas ketimbang popularitas.

Kota yang tengah bersiap menghadapi transisi kepemimpinan itu ia perlakukan seperti kapal yang harus tetap lurus sampai kapten definitif naik ke anjungan.

Ia mendengar banyak hal. Dari keluhan aparatur soal tumpukan pekerjaan, hingga bisik-bisik politik lokal yang tak pernah benar-benar sunyi.

Namun ia jarang bereaksi berlebihan. Sikapnya datar. Bahasanya administratif. Keputusannya cenderung normatif tapi justru itu yang membuat roda tetap berputar.

Pengalaman itulah yang kini dibawa ke Jakarta. Sebagai Dirjen Otonomi Daerah, Cheka berada di simpul penting kebijakan.

Baca Juga:Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Endang Juta DiundurSoal Dugaan Korupsi BUMDEsma Cigalontang, Dewan Desak Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Audit

Di tangannya, urusan pemekaran wilayah, kewenangan pemerintah daerah, hingga pembinaan dan evaluasi daerah bertemu.

Ia akan berhadapan dengan ratusan kepala daerah yang datang dengan kepentingan masing-masing dan argumen yang sama kuatnya.

Kota Tasikmalaya mungkin hanya satu titik kecil dalam peta tugas barunya. Namun bagi Cheka, kota ini adalah ruang praktik.

Di sini ia belajar bahwa otonomi daerah bukan sekadar pembagian kewenangan, melainkan seni menjaga keseimbangan: antara pusat dan daerah, antara aturan dan realitas, antara kepentingan politik dan administrasi negara.

Kini mejanya berpindah. Dari Bale Kota Tasikmalaya ke gedung kementerian. Dari urusan satu kota ke urusan ratusan daerah.

0 Komentar