Benahi RTH di Perbatasan, DLH Kota Banjar Kerahkan Petugas Kebersihan

RTH Kota Banjar
Taman RTH di perbatasan Banjar-Ciamis setelah dibersihkan, Rabu (14/1/2026). (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Dinas Lingkungan (DLH) Kota Banjar langsung membersihkan taman ruang terbuka hijau (RTH) di setiap perbatasan. Langkah itu menyusul keluhan tak terawatnya RTH.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan, sudah mengerahkan petugas pasapon untuk membersihkan RTH di setiap perbatasan.

“Sudah dibabat (rumput tinggi) dan sampah dibersihkan di RTH perbatasan (Langensari-Lakbok, Pataruman-Pamerican, Banjar-Cimaragas dan Banjar-Cisaga),” ucapnya, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga:Cheka Virgowansyah, Kini Mengurus Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah se-Indonesia!Endang Juta Divonis 2 Tahun Penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Pihaknya selama tahun 2026 akan fokus melakukan perawatan RTH di setiap perbatasan. Upaya tersebut dilakukan agar taman di perbatasan terlihat bersih dan nyaman.

Namun, pihaknya untuk saat ini belum bisa melakukan perbaikan beberapa kerusakan. Hal itu karena terbatasnya anggaran.

Pasalnya, selama tahun 2026 pihaknya hanya diberi anggaran untuk pemeliharaan. Tapi bukan hanya RTH. Semua bidang.

“Anggaran pemeliharaan tahun ini terbatas, sehingga maaf belum bisa maksimal melakukan perawatan,” ujarnya.

Pihaknya sedang mencari solusi supaya RTH di setiap perbatasan bisa terawat dengan baik dan maksimal karena merupakan pintu gerbang.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Kota Banjar H Gun Gun Gunawan menyoroti ruang terbuka hijau (RTH) di perbatasan yang kurang terawat.

Menurutnya, anggaran untuk perawatan RTH sebenarnya ada. Hanya saja tidak signifikan. Ditambah kondisi APBD Kota Banjar, imbas pemotongan TKD dari pusat.

Baca Juga:Dari Bale Kota Tasikmalaya ke Pusat Peta Otonomi Daerah Kemendagri!Lurah dan Camat di Kota Tasikmalaya "Retret" Ke Pangandaran Tanpa APBD?

“Anggaran untuk perawatan RTH (di perbatasan) bukan karena tidak terpikirkan, tapi karena postur APBD yang belum memungkinkan. Sementara RTH itu barang tumbuh yang perlu perawatan,” ucapnya, Selasa (13/1/2026).

Meski demikian, kata dia, rutinitas perawatan RTH di perbatasan harus terus dilakukan. Kebersihannya hingga kenyamanannya harus terjaga.

Karena RTH di perbatasan merupakan wajah terdepan atau pintu gerbang Kota Banjar. Karena itu, dia berharap RTH mendapat perhatian. (Anto Sugiarto)

0 Komentar