TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebuah postingan di media sosial @jabarstats mengungkap masuknya Kabupaten Tasikmalaya sebagai wilayah dengan jalan rusak berat terpanjang kedua di Jawa Barat. Postingan itu mengambil data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar tahun 2024.
Data tersebut menempatkan Sukabumi pada posisi pertama dengan 507.48 kilometer yang rusak. Sementara posisi kedua ada Kabupaten Tasikmalaya dengan total panjang jalan rusak berat sepanjang 296.89 kilometer.
Mengenai hal ini, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin tidak menampik. Saat ini Pemkab Tasikmalaya juga tengah berupaya menangani persoalan itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Targetnya, 20 persen dari jalan rusak berat bisa ditangani oleh APBD.
Baca Juga:Hati-Hati dengan Circle!Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Endang Juta Diundur
“Ya minimal dari 20 persen jalan yang rusak bisa diperbaiki, minimal syukur-syukur bisa 30 persen diperbaiki. Apalagi jalan yang rusak panjang, kita akan perbaiki dengan anggaran yang sudah siap, untuk 20 persen sudah bisa kita jawab,” terang Cecep, Senin (12/1/2026).
Penata Laksana Jalan dan Jembatan Terampil Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kab Tasikmalaya, Wildan Nuruzzaman, ST menjelaskan, total panjang jalan yang jadi kewenangan Pemkab Tasikmalaya 1.230,47 kilometer.
Dari jumlah itu, terdapat kondisi jalan yang masuk kategori tidak mantap sepanjang 377,96 kilometer, dengan 92,4 kilometer diantaranya rusak ringan. Sisanya rusak berat.
“Sedangkan sisanya kondisi jalan kabupaten yang rusak berat sepanjang 285,56 kilometer,” terang Wildan.
Pemkab Tasikmalaya sendiri diketahui telah mengajukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 230 miliar untuk membiayai pembangunan 24 ruas jalan kabupaten. Menurut informasi terbaru, proses pengajuan tersebut telah sampai pada tahap penyelesaian feasibility study (FS) yang dilaksanakan oleh tim ahli dari akademisi Universitas Siliwangi (Unsil). Hasil tersebut juga telah disampaikan dan dipresentasikan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Hasil FS akan menjadi bahan analisis mendalam untuk menilai kelayakan proyek pembangunan ruas jalan dari berbagai aspek. Meliputi teknis, ekonomi atau finansial, hukum, lingkungan, operasional, dan sosial. Kajian dilakukan untuk memastikan proyek dapat berjalan dengan baik, memberikan nilai tambah, serta mengidentifikasi risiko dan potensi keuntungan secara objektif.
