TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kejadian unik terjadi di sebuah peternakan ayam petelur milik warga di Kampung Nyalindung, Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu. Seekor ayam menghasilkan telur berukuran sangat kecil, jauh di bawah ukuran telur ayam pada umumnya.
Telur ayam mini tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik peternakan, Zulfikar Ali Yahya saat melakukan pengecekan rutin hasil produksi telur di kandang miliknya pada Minggu (11/1/2026).
“Jadi saat saya cek rutin sambil kumpulkan telur, ada satu telur yang ukurannya sangat kecil seukuran telur puyuh. Awalnya saya kaget karena tidak biasa,” kata Zulfikar.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Temuan itu sempat menimbulkan dugaan awal bahwa telur tersebut berasal dari unggas lain. Namun, setelah dilakukan pengecekan menyeluruh di area peternakan, dipastikan tidak ada unggas lain selain ayam petelur.
“Tidak ada unggas lain, hanya ayam petelur saja, dicek ulang kandang dan ayam-ayamnya. Tidak ada unggas lain di sini, jadi telur itu memang dari ayam petelur saya sendiri,” ujarnya.
Secara fisik, telur ayam mini tersebut tetap memiliki karakteristik telur ayam pada umumnya. Bentuknya oval sempurna dengan cangkang yang keras, utuh, dan berwarna khas telur ayam petelur.
“Tidak ditemukan retakan, cacat, maupun kelainan struktur, kecuali ukurannya yang jauh di bawah standar normal,” kata dia.“Benar-benar kecil,” katanya.
Zulfikar juga memastikan ayam yang diduga menghasilkan telur mini tersebut berada dalam kondisi sehat. Ayam tampak aktif, responsif, memiliki nafsu makan yang baik, serta tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan secara kasat mata.
Sebagai peternak muda yang baru menekuni usaha ayam petelur, Zulfikar mengaku kejadian ini menjadi pengalaman pertamanya selama menjalankan usaha tersebut. Ia menyebut belum pernah menemukan telur ayam dengan ukuran sekecil itu sebelumnya.
Ia menduga, telur ayam mini tersebut muncul akibat faktor fisiologis tertentu, seperti gangguan hormon atau ayam yang masih berada pada fase awal produksi telur.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya
“Bisa jadi karena faktor hormon, atau ayamnya masih dalam masa adaptasi awal bertelur,” ujarnya.
