Sering Dinaungi Dewi Fortuna, Jurnalis Italia Sebut AC Milan Mirip Juventus Era Allegri

AC Milan
Ilustrasi AC Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Simone Eterno, jurnalis Italia yang menulis untuk Calciomercato, menilai AC Milan musim ini punya kemiripan mengejutkan dengan Juventus era Massimiliano Allegri 2023/24, terutama dalam satu hal: sering dinaungi keberuntungan.

Dalam kolom analisanya, Eterno menyoroti ironi bahwa Milan kini tampil sebagai runner-up sementara Serie A, meski performa di lapangan acap kali belum meyakinkan.

Ia merujuk pada konsep “varianza”—istilah yang dalam tenis menggambarkan momen ketika bola bergulir di net dan jatuh ke daerah lawan.

Baca Juga:Dua Faktor Utama yang Membuat Raspadori Ragu Gabung AS RomaJuventus Akan Boyong Daniel Maldini Jika Gagal Rekrut Chiesa, Lazio Incar Alex Toth

Perumpamaan itu, menurutnya, bisa menjelaskan musim Milan: lebih banyak bola jatuh di sisi yang menguntungkan.

Eterno meminjam kutipan dari film Match Point yang menegaskan bahwa keberuntungan diam-diam memegang peran besar dalam hidup—termasuk sepak bola.

Dan Milan, katanya, adalah contoh nyata ketika posisi kedua di klasemen tidak selalu mencerminkan performa tim.

Kemiripan dengan Juventus 2023/24

Menurutnya, Milan 2025/26 bermain dengan pola yang sangat mirip dengan Juventus sebelum Allegri meninggalkan Turin:

– jarang benar-benar mendominasi pertandingan

– tempo permainan rendah

– lebih mengandalkan momen krusial ketimbang permainan kolektif

Saat Juventus masih era Allegri, pola itu menjelma menjadi rangkaian kemenangan tipis lewat gol telat atau insiden yang menguntungkan, situasi yang mirip dengan tim Milan saat ini.

Eterno menyebut setidaknya enam contoh nyata dari 20 laga pertama musim ini:

1. Penalti menit ke-86 vs Fiorentina

2. Gol penyama Athekame di menit 94 vs Pisa

3. Dybala gagal penalti menit ke-82 vs Roma4. Calhanoglu gagal penalti di Derby Milan

Baca Juga:Gagal Datangkan Joshua Zirkzee, AS Roma Bidik Striker Belanda yang Sudah Ditawarkan ke JuventusReal Madrid Ditumbangkan Barcelona di Piala Super, Xabi Alonso: “Ini Kompetisi yang Paling Tidak Penting"

5. Gol 91’ dan penalti gagal 96’ Stanciu di laga vs Genoa

6. Gol 90’ dan tembakan kena mistar Brescianini 94’ vs Fiorentina“Sedikitnya enam episode besar seperti itu,” tulis Eterno, “cukup untuk mengubah jalannya musim.”

Namun, ia mengingatkan bagaimana Juventus dua musim lalu mengumpulkan 12 poin dari gol-gol akhir pertandingan, lalu terjun bebas di paruh kedua musim ketika keberuntungan itu menghilang.

Hasilnya, hanya 3 kemenangan dalam 17 laga, catatan ala tim papan bawah, dan posisi empat besar terselamatkan hanya karena modal awal.

0 Komentar