Pasar Purbaratu Kota Tasikmalaya Sepi Sejak Diresmikan, Ramai Aktivitas ketika Ada Wangsit

Pasar Purbaratu Kota Tasikmalaya sepi pembeli
Kondisi Pasar Purbaratu Kota Tasikmalaya yang kian sepi sejak dibuka pada tahun 2024, Senin (12/1/2026). Ayu Sabrina / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pasar Purbaratu di Jalan Ciwasmandi, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi potret klasik pembangunan tanpa denyut ekonomi.

Bangunan pasar berdiri rapi, los dan kios tersusun bersih, namun aktivitas jual beli nyaris nihil.

Sejak diresmikan pada Juli 2024, pasar ini lebih sering menjadi ruang kosong ketimbang ruang transaksi.

Baca Juga:Suara Misterius dari Sumur Rumah Kosong, Damkar Kota Tasikmalaya Turun Tangan Selamatkan KucingBayar Parkir Rp2.000 Lebih Sakti dari Aturan, Dishub Kota Tasikmalaya Masih Adu Strategi di Lapangan

Pasar yang dibangun sejak 2020 itu memiliki 18 los dan 8 kios, dengan harapan menjadi pusat ekonomi warga Purbaratu.

Bahkan saat peresmian, para pedagang sempat berinisiatif promosi door to door ke permukiman warga.

Namun semangat itu hanya bertahan seumur jagung. Setelah beberapa bulan, denyut pasar meredup, lalu mati suri.

Kini, Pasar Purbaratu lebih akrab dengan sunyi. Tak ada pedagang menetap, apalagi pembeli yang lalu lalang.

Tak terdengar suara tawar-menawar, tak ada keramaian khas pasar rakyat. Yang setia hadir setiap hari justru petugas kebersihan.

Saat Radar meninjau lokasi pada Senin (12/1/2026) pagi, pasar tampak lengang.

Hanya dua petugas kebersihan yang berjaga dari pagi hingga sore, membersihkan pasar yang nyaris tak pernah kotor oleh aktivitas dagang.

“Dulu sempat ada yang jualan, itu juga cuma beberapa bulan. Ramainya paling kalau ada Wangsit. Sekarang mah jarang ada yang buka,” ujar salah seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:Empat Lokasi Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Mulai Progres, Fokus Bahan Pokok BersubsidiBudaya Tanpa Karcis Parkir di Kota Tasikmalaya Masih Sulit Diubah, Kolektor Jukir Akui Tak Mudah

Ia menyebut, satu-satunya waktu Pasar Purbaratu terlihat hidup adalah saat digelar Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya (Wangsit).

Pada momen itu, warga berdatangan membeli kebutuhan pokok murah. Setelah kegiatan usai, pasar kembali ke habitat aslinya: sepi.

Camat Purbaratu, Toni Kusworo, mengakui kondisi tersebut.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menghidupkan pasar, termasuk menyeleksi dan menempatkan pedagang agar mau berjualan.

“Kami sudah coba menempatkan pedagang tahun lalu. Tapi namanya jual beli, kalau pembelinya tidak ada atau kurang, pedagangnya juga berpikir ulang,” tuturnya usai Musrenbang di Kelurahan Sukanagara.

Toni menjelaskan, secara teknis pengelolaan pasar berada di bawah kewenangan Diskop UMKM Perindag. Meski begitu, pihak kecamatan tidak tinggal diam.

0 Komentar