RADARTASIK.ID – Di tengah banjir ponsel murah, review OPPO A6X terbaru ini menarik perhatian karena menunjukkan bahwa segmen satu jutaan masih bisa menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar branding.
Dilansir dari pengamatan spesifikasi resmi dan pengujian awal berbagai sumber teknologi, OPPO tampak mencoba mengubah persepsi lama bahwa ponsel entry level selalu identik dengan kompromi berlebihan.
OPPO A6X diposisikan sebagai perangkat paling terjangkau di lini terbarunya dengan harga sekitar Rp1,6 juta, sebuah angka yang langsung menempatkannya di radar pengguna dengan kebutuhan dasar namun realistis.
Baca Juga:Infinix GT40 Pro Bawa Wajah Baru yang Lebih Berani di Segmen HP Gaming Midrange, Ini Update Bocorannya!B2B Bukan Sekadar Istilah Bisnis, Ini Alasan UMKM Wajib Memahaminya Sejak Awal
Selama ini, ponsel OPPO di kelas bawah kerap dianggap aman namun membosankan, sehingga kehadiran A6X justru memicu rasa penasaran sejak awal.
Alih-alih mengejar desain mencolok, OPPO A6X memilih pendekatan visual yang bersih dan tenang, dengan varian warna Violet Purple yang menampilkan efek motif lembut saat terkena cahaya.
Desain kamera dibuat minimalis dengan dua modul vertikal, sehingga tampilan belakang tetap rapi dan tidak terkesan berlebihan.
Material polikarbonat memang terasa standar, namun cukup wajar untuk menjaga bobot tetap ringan dan nyaman digenggam.
Dari sisi ketahanan, sertifikasi IP64 memberi rasa aman tambahan untuk penggunaan sehari-hari di kondisi hujan ringan atau lingkungan berdebu.
Masuk ke sektor layar, OPPO A6X justru tampil mengejutkan dengan panel LCD 6,75 inci ber-refresh rate 120Hz.
Di kelas harga ini, layar mulus menjadi nilai jual utama yang langsung terasa saat scrolling media sosial atau berpindah aplikasi.
Baca Juga:Rekomendasi Smartphone Gaming Paling Masuk Akal di Harga Sejutaan, Mana yang Paling Layak Dipilih?RedMagic 11 Pro Plus, Standar Baru Ponsel Gaming yang Mengutamakan Stabilitas
Tingkat kecerahan yang dapat mencapai lebih dari 1.100 nits di luar ruangan membuat layar tetap terbaca di bawah sinar matahari.
Resolusi HD+ memang bukan yang tertinggi, namun masih tergolong masuk akal untuk menjaga performa tetap stabil.
Pada sisi perangkat lunak, ColorOS 15 berbasis Android 15 hadir dengan pendekatan sederhana dan minim distraksi.
Meski hanya dibekali RAM 4 GB, sistem terasa cukup responsif untuk kebutuhan komunikasi, hiburan ringan, dan multitasking dasar.
Salah satu kejutan terbesar datang dari penggunaan memori internal UFS 2.2, yang jarang ditemui di kelas ini.
