TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Olahraga padel mulai menunjukkan geliat bisnis yang menjanjikan di Kota Tasikmalaya. Meski tergolong baru dan kerap dianggap sebagai olahraga kalangan menengah ke atas, tingkat okupansi lapangan padel justru terbilang tinggi, bahkan nyaris tanpa jeda kosong setiap harinya.
Manager Padel Well, Muhammad Fahreza, mengungkapkan fasilitas yang dikelolanya memiliki empat lapangan aktif yang beroperasi sejak pukul 05.30 hingga 23.00 WIB. Jam operasional tersebut, menurutnya, bahkan bisa diperpanjang hingga tengah malam apabila terdapat turnamen.
“Kalau lagi ada turnamen paling ditambah lagi satu jam, bisa sampai jam dua belas,” ujarnya.
Baca Juga:Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung
Menariknya, tingginya minat bermain padel tidak hanya terjadi pada akhir pekan. Menurut Fahreza, tingkat pemesanan lapangan relatif sama, baik di hari kerja maupun hari libur.
“Saya lihat di aplikasi, tiap hari full. Dari pagi sampai malam full, enggak ada sama sekali kosong. Paling kosongnya tuh dari jam 1 sampai jam 2,” katanya.
Dari sisi bisnis, potensi pendapatan yang dihasilkan pun cukup besar. Jika seluruh lapangan terisi penuh sepanjang hari, total omzet kotor yang dihasilkan bisa mencapai Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per hari.
Untuk tarif, Fahreza menyebut harga sewa lapangan dipatok sebesar Rp 275 ribu per jam. Sementara itu, penyewaan raket dikenakan tarif Rp 30 ribu per item tanpa batas waktu penggunaan, dan bola dijual terpisah seharga Rp 75 ribu per tiga bola.
Meski jumlah fasilitas padel di Tasikmalaya mulai bertambah, Fahreza menilai persaingan masih terbuka lebar. Ia mengungkapkan, salah satu keunggulan utama lapangan yang dikelolanya terletak pada jumlah lapangan yang tersedia dalam satu area.
“Kalau di tempat lain lapangannya paling satu atau dua. Kalau di sini langsung empat. Jadi belum ada yang sebesar ini (di Tasikmalaya, Red),” ucapnya.
Dari sisi segmentasi pasar, Fahreza mengungkapkan, pengunjung lapangan padel berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja, dewasa hingga ibu-ibu. Bahkan, tidak sedikit pemain maupun pelatih dari luar daerah yang sengaja datang ke Tasikmalaya untuk bermain.
