Baju dan Tas Baru untuk Siswa Yatim,  SDN Gunungkoneng Gelar Santunan di Hari Pertama Masuk Sekolah 

SANTUNAN
Sejumlah siswa penerima bantuan foto bersama guru usai kegiatan santunan di lapangan sekolah, Senin (12/1/2026). (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Hari pertama masuk sekolah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dimanfaatkan SDN Gunungkoneng, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya untuk menyalurkan santunan kepada siswa yatim, Senin (12/1/2026).

Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar setelah libur semester ganjil.

Santunan diberikan kepada 13 siswa yatim yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Bantuan yang disalurkan berupa seragam sekolah dan tas ransel, yang diprioritaskan untuk menunjang kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran di semester genap.

Baca Juga:Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung

Kepala SDN Gunungkoneng, Dr Caswita SAg MaPd, menjelaskan bahwa santunan tersebut merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya yang disalurkan melalui sekolah.

Ia menyebut, program ini baru pertama kali diterima oleh sekolah, berbeda dengan santunan rutin yang sebelumnya biasa diberikan melalui Baznas.

Menurut Caswita, pemilihan momen hari pertama semester genap bukan tanpa alasan. Ia menilai awal masuk sekolah menjadi waktu yang tepat untuk memastikan kebutuhan dasar siswa telah terpenuhi, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan tanpa beban.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap siswa yatim akan tetap menjadi prioritas sekolah, terlepas ada atau tidaknya bantuan dari pihak eksternal. Sekolah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh siswa berada dalam kondisi yang layak saat belajar.

“Jangan sampai anak yatim datang ke sekolah dengan seragam yang sudah tidak layak. Itu selalu menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Caswita menambahkan, melalui kegiatan santunan tersebut, pihak sekolah juga berupaya menumbuhkan kebiasaan peduli di lingkungan sekolah.

Interaksi siswa dengan kegiatan berbagi diharapkan dapat membangun sikap empati dan kebersamaan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Baca Juga:Cari Makan Siang Efisien? Cordela Suites Tasikmalaya Hadirkan Express Lunch Rp 68 RibuTingkatkan Keterampilan Kader Posyandu, Dosen Poltekkes Tasikmalaya Beri Pelatihan Pengukuran Antropometri 

Ia berharap, nilai-nilai kepedulian yang diperkenalkan sejak awal semester dapat terus terbawa dalam proses belajar-mengajar, sehingga siswa tidak hanya berkembang dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan sikap dan kepekaan sosial. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar