RADARTASIK.ID – Di balik pertumbuhan ekonomi digital, bisnis B2B sederhana justru menjadi fondasi yang sering luput disadari oleh pelaku usaha kecil hingga menengah.
Seperti dilansir dari kanal Link UMKM, masih banyak pelaku usaha yang mengira bahwa bisnis hanya soal menjual produk langsung ke konsumen akhir.
Padahal, ada model bisnis lain yang fokus melayani kebutuhan perusahaan atau pelaku usaha lain secara berkelanjutan.
Baca Juga:RedMagic 11 Pro Plus, Standar Baru Ponsel Gaming yang Mengutamakan StabilitasDengan Gaya Baru, Itel A100C Membawa Kelas HP Terjangkau Naik Level
Model tersebut dikenal dengan istilah business to business atau B2B yang kini semakin relevan di tengah rantai pasok modern.
Secara sederhana, B2B adalah aktivitas penjualan produk atau jasa dari satu perusahaan kepada perusahaan lainnya.
Pendekatan ini berbeda dengan bisnis ritel karena lebih menekankan kerja sama jangka panjang dibanding transaksi sesaat.
Dalam praktiknya, B2B sering kali menjadi tulang punggung operasional banyak sektor industri.
Salah satu contoh model bisnis B2B adalah perusahaan penyedia mesin produksi yang memasok kebutuhan pabrik makanan.
Selain itu, layanan perangkat lunak akuntansi juga banyak digunakan perusahaan untuk membantu pengelolaan keuangan secara efisien.
Distributor bahan baku yang rutin menyuplai ke industri manufaktur juga masuk dalam kategori B2B.
Baca Juga:Samsung Galaxy A07: Opsi Entry Level yang Masih Layak Jadi Incaran di Pasar Smartphone 2026Terlengkap! Harga Emas Antam dan Emas Perhiasan Dengan Berbagai jenis Karat Per 12 Januari 2026
Hubungan antarperusahaan dalam B2B umumnya dibangun melalui kepercayaan dan kesepakatan jangka panjang.
Skala transaksi B2B cenderung lebih besar karena pembelian dilakukan dalam jumlah banyak.
Meski harga per unit lebih rendah, nilai total transaksi biasanya jauh lebih tinggi dibanding penjualan ritel.
Proses bisnisnya pun tidak instan karena melibatkan negosiasi, kontrak kerja sama, dan evaluasi berkala.
Inilah mengapa pemahaman strategi pemasaran bisnis B2B menjadi krusial bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas.
Pendekatan pemasaran B2B lebih menekankan pada solusi, efisiensi, dan nilai tambah bagi mitra bisnis.
Komunikasi yang profesional dan berbasis data menjadi kunci dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
Hal ini juga menegaskan adanya perbedaan B2B dan B2C yang tidak hanya soal target pasar, tetapi juga cara membangun relasi.
Jika B2C mengandalkan emosi dan impuls, B2B lebih rasional dan berbasis kebutuhan operasional.
