Kombinasi situasi tersebut membuat pemerhati sepak bola menganggap pemecatan ini lebih soal momentum ketimbang statistik murni.
Real Madrid tak membutuhkan waktu lama untuk bergerak. Dalam pernyataan lanjutan, klub menegaskan bahwa Álvaro Arbeloa diangkat sebagai pelatih baru.
Langkah ini sejalan dengan filosofi yang sama ketika Madrid menunjuk Alonso dengan memilih mantan pemain yang memahami DNA Los Blancos.
Baca Juga:Sering Dinaungi Dewi Fortuna, Jurnalis Italia Sebut AC Milan Mirip Juventus Era AllegriDua Faktor Utama yang Membuat Raspadori Ragu Gabung AS Roma
Arbeloa, yang selama ini menangani tim Castilla dan akademi elite Madrid, akan melakukan debut resmi di Copa del Rey melawan Albacete, Rabu 14 Januari pukul 21.00 waktu setempat.
Nama Raúl González, sosok yang sempat difavoritkan dan sudah lama disebut sebagai pelatih masa depan Madrid, dipastikan tidak dipromosikan, setidaknya dalam waktu dekat.
Keputusan pemecatan Alonso menunjukkan standar yang tidak pernah berubah di Bernabéu bawa Madrid tidak menunggu kritik mereda atau tren membaik.
Musim masih panjang, namun Los Blancos jelas ingin memastikan kendali tetap di tangan mereka—bukan di tangan keberuntungan atau momentum lawan.
Alonso pergi sebagai legenda lapangan hijau dan pelatih muda yang berani mencoba dan kini Madrid melanjutkan perjalanan dengan wajah lama tetapi jiwa baru.
Bernabéu kembali membuka lembaran baru—dan seperti biasa, hanya kemenangan yang bisa menjawab apakah keputusan ini benar atau tidak.
