RADARTASIK.ID –Real Madrid membuat keputusan besar yang mengejutkan publik sepak bola Spanyol.
Kekalahan 3-2 dari Barcelona di Piala Super Spanyol menjadi titik akhir perjalanan Xabi Alonso sebagai pelatih Los Blancos.
Hanya beberapa jam setelah final di Arab Saudi, Real Madrid merilis pengumuman resmi di situs mereka: Xabi Alonso dilepas dari posisinya sebagai pelatih kepala.
Baca Juga:Sering Dinaungi Dewi Fortuna, Jurnalis Italia Sebut AC Milan Mirip Juventus Era AllegriDua Faktor Utama yang Membuat Raspadori Ragu Gabung AS Roma
Keputusan itu datang melalui kesepakatan bersama, namun sumber internal menyebut hasil Piala Super menjadi pemicu utama.
Alonso, yang tiba musim panas lalu dari Bayer Leverkusen dengan reputasi besar, mengakhiri tugasnya setelah 34 pertandingan dengan catatan:
– 24 kemenangan
– 4 imbang
– 6 kekalahan
– 72 gol memasukkan
– 38 kebobolan
– 10 kali cleansheet
Statistik yang tidak buruk, tetapi tampaknya tidak cukup bagi klub yang mengukur standar dengan trofi.
Real Madrid menyampaikan perpisahan dengan nada penuh penghormatan: “Real Madrid CF mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama dengan Xabi Alonso, masa jabatannya sebagai pelatih tim utama diakhiri.”
Klub juga menegaskan Alonso tetap menjadi sosok spesial: “Xabi Alonso akan selalu memiliki kasih sayang dan kekaguman dari para Madridista karena ia legenda klub dan penjaga nilai Real Madrid. Bernabéu akan selalu menjadi rumahnya.”
Pernyataan ditutup dengan ucapan terima kasih kepada staf teknis dan doa sukses bagi pelatih berusia 43 tahun itu.
Meski Real Madrid menegaskan kepergian ini terjadi secara “mutual agreement/kesepakatan bersama”, namun ada sejumlah faktor diyakini mempercepat keputusan klub:
1. Kekalahan dari Barcelona
Baca Juga:Juventus Akan Boyong Daniel Maldini Jika Gagal Rekrut Chiesa, Lazio Incar Alex TothGagal Datangkan Joshua Zirkzee, AS Roma Bidik Striker Belanda yang Sudah Ditawarkan ke Juventus
Tidak hanya kalah skor, Madrid juga dinilai tampil gugup dan kurang berkarakter di laga penting.
2. Insiden Setelah Pertandingan
Beberapa pemain menolak menghadiri seremoni trofi Barcelona—aura frustrasi yang memperlihatkan ketegangan ruang ganti.
3. Ketertinggalan di La Liga
Madrid duduk di posisi dua klasemen dan tertinggal empat poin dari tim asuhan Hansi Flick. Bagi manajemen, jarak itu sudah cukup mengkhawatirkan.
4. Hubungan Membeku Dengan Pemain Senior
Media Spanyol selama berminggu-minggu melaporkan retaknya hubungan Alonso dengan beberapa nama berpengaruh, sebuah isu yang kini terlihat semakin relevan.
