SMA Negeri 11 Dibuka, Pemerataan Akses Pendidikan Menengah di Kota Tasikmalaya Diuji

pemerataan akses pendidikan di Kota Tasikmalaya
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof Atip Latipulhayat meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan pada kegiatan di SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TAMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemerataan akses pendidikan menengah di Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan.

Kehadiran Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 11 Tasikmalaya dinilai sebagai jawaban atas ketimpangan layanan pendidikan yang selama ini dirasakan warga di wilayah timur kota.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof Atip Latipulhayat, saat meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan sekaligus USB SMA Negeri 11 Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:Budaya Tanpa Karcis Parkir di Kota Tasikmalaya Masih Sulit Diubah, Kolektor Jukir Akui Tak MudahLapangan Menyempit, Sepak Bola Menggeliat Jadi Industri: Alarm Budaya di Kota Tasikmalaya

Ia menyebut, masih ada kecamatan di Kota Tasikmalaya yang sebelumnya belum terlayani pendidikan menengah secara memadai.

“Di Kota Tasikmalaya masih ada wilayah yang sebelumnya belum hadir layanan pendidikan seperti ini. Maka negara harus hadir. USB ini adalah respons atas aspirasi masyarakat,” kata Prof Atip.

Namun ia mengingatkan, pemerataan akses tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung sekolah semata.

Menurutnya, kualitas pendidikan ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari kelayakan fasilitas, kompetensi guru, hingga tata kelola manajemen pendidikan.

“Revitalisasi fisik penting, tapi tidak cukup. Kualitas guru, manajemen sekolah, dan ekosistem pendidikan harus berjalan beriringan,” terangnya.

Persoalan akses menuju sekolah juga menjadi catatan. Prof Atip mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberi perhatian terhadap infrastruktur penunjang, termasuk rencana pembebasan lahan dan pembangunan jalan menuju SMA Negeri 11 Tasikmalaya.

Ia pun menitipkan pesan agar sekolah baru ini dikelola dengan orientasi mutu, bukan sekadar menambah angka partisipasi sekolah.

Baca Juga:Nobar Persib vs Persija Jadi Magnet Kuliner di Kota TasikmalayaDKKT Tegaskan Komite Kebudayaan Bukan Pembalikan Konsep, Melainkan Instrumen Pemajuan

“Sekolah ini harus benar-benar berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM, khususnya di wilayah timur Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyambut baik kehadiran USB SMA Negeri 11 Tasikmalaya.

Ia menilai, sekolah ini menjadi solusi atas persoalan jarak tempuh yang selama ini dihadapi masyarakat untuk mengakses SMA negeri.

“Selama ini warga harus menempuh jarak cukup jauh. Kehadiran SMA Negeri 11 ini adalah bentuk pemerataan layanan pendidikan,” tutur Viman.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, termasuk dalam penyediaan akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya.

0 Komentar