Perahu Wisata di Pantai Pangandaran Kerap Marusak Estetika, Pemkab Atur Zona Khusus

Perahu wisata pangandaran
Pengelola Perahu wisata (pesiar) menambatkan perahunya di Pantai Barat Pangandaran, Minggu (11/1/2026). Deni Nurdiansah/Radartasik.id
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Perahu wisata di Pantai Pangandaran kerap mengganggu aktivitas wisatawan dan merusak estetika. Menyikapi ini Pemkab Pangandaran mengatur zonasi perahu sebagai langkah penataan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugista mengatakan bahwa perahu wisata atau sering disebut pesiar, sudah dikondisikan di Pantai Barat dan dibuat jadi beberapa zonasi.

“Jadi penempatan perahu pesiar ini dari pos 1 sampai dengan pos 4, semuanya sudah ditata,” katanya kepada Radar Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak

Untuk lokasi penambatan (pendaratan) perahu pesiar setelah beraktifitas, Dinas Pariwisata dan Forum sudah sepakat, untuk mendapatkannya di depan Nanjungsari.

“Jadi penempatan ketika sudah mereka bersandar ya dari Nanjungsari lalu kesananya lagi,” tuturnya.

Dadan mengatakan, setelah dilakukan penataan, tidak akan ada lagi gangguan saat wisatawan beraktifitas dan juga tidak mengganggu estetika di Pantai Pangandaran, karena penempatan perahu yang semrawut.

Ia mengatakan, setidaknya ada 150 perahu pesiar yang berada dibawah naungan Forum Perahu Wisata Pangandaran, dibagi 3 kelompok di Pantai Barat, jumlahnya sebanyak 121 perahu.

Sementara 29 perahu ditempatkan di Pantai Timur, hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan. Kata dia, dulunya perahu penangkap ikan juga ditambatkan di Pantai Barat, namun pada akhirnya dipindahkan semuanya ke Pantai Timur.

Salah seorang warga Pananjung Pangandaran Rohman (50) mengatakan, untuk perahu pesiar atau wisata memang seharusnya tidak menghalangi pemandangan. Namun jangan sampai dilarang melakukan aktivitas disana. “Ini sudah jadi mata pencaharian warga dan nelayan disini,” ungkapnya.(Deni Nurdianysah)

0 Komentar