BANJAR, RADARTASIK.ID – Paguyuban Bale Rahayat Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Jawa Barat menyoroti kondisi taman ruang terbuka hijau (RTH) di perbatasan Langensari (Banjar)-Lakbok (Ciamis) yang tidak terawat.
Ketua Paguyuban, Asep Nurdin, menyayangkan hal tersebut. Apalagi RTH berada di perbatasan yang merupakan pintu gerbang Kota Banjar.
“Kami meminta RTH (ruang terbuka hijau di perbatasan Langensari-Lakbok) ditata kembali, jangan sampai jadi “sarang ular”,” ucapnya, Senin (12/1/2026).
Baca Juga:Hati-Hati dengan Circle!Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Endang Juta Diundur
Menurutnya, ruang terbuka hijau sebagai ruang resapan air, bersih, hijau, dan terbuka. Seharusnya selalu terjaga kebersihannya dan terawat, supaya fungsinya tetap terjaga.
Kata dia, jika dibiarkan tidak terawat, maka fungsinya akan berubah. Maka sudah sepatutnya RTH dimanapun berada harus dijaga dan terawat.
Pihaknya meminta pemerintah melalui dinas terkait segera meninjau ke lokasi melakukan perbaikan dan penataan supaya terlihat rapi. “Kami meminta kepada DLH untuk selalu kontrol ke lapangan, jangan hanya mengandalkan petugas pasapon saja,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, taman di ruang terbuka hijau (RTH) di tugu perbatasan Langensari (Banjar) – Lakbok (Ciamis) kurang terawat.
Ranting pohon kering di sekitar taman berserakan. Bahkan tembok di sekeliling pepohonan pecah hingga rumput meninggi.
Salah seorang pengendara motor Asep Cahya menyayangkan kondisi tersebut. Padahal taman seharusnya nyaman, sejuk dan rapi.
“Kalau kondisinya seperti itu, siapa yang mau singgah. Kondisinya kurang terawat dan kurang perhatian sehingga tampak kumuh,” ucapnya, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga:Soal Dugaan Korupsi BUMDEsma Cigalontang, Dewan Desak Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Lakukan AuditMUI Kota Banjar Sebut Jasa Sewa Pacar Haram!
Padahal, dikatakan dia, jika taman tersebut terawat kebersihannya pasti akan banyak orang yang singgah meski hanya untuk beristirahat sejenak. (Anto Sugiarto)
