Nazlea Numa, Siswa SMP Persis Gandok, Terpilih Jadi Delegasi di AYIMUN 2026 di Malaysia

berprestasi
Nazlea Numa, siswi SMP Persis Gandok Kota Tasikmalaya go internasional.
0 Komentar

“Kami mendampingi dan memastikan Nazlea tidak melewatkan tahapan-tahapan ini, karena di situlah ia belajar struktur diplomasi, teknik argumentasi dan alur persidangan,” ujarnya.

Minat Nazlea pada isu global sejatinya telah terlihat sejak kecil. Ia gemar membaca, menonton tayangan sejarah, dan aktif bertanya tentang kondisi negara lain.

Kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni semakin menguatkan ketertarikannya, bahkan mengantarkannya meraih berbagai prestasi lomba pidato sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Baca Juga:Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina BandungCari Makan Siang Efisien? Cordela Suites Tasikmalaya Hadirkan Express Lunch Rp 68 Ribu

“Nazlea juga sering menjuarai lomba pidato bahasa Inggris sejak duduk di MI baik tingkat kota maupun propinsi baik itu lomba secara daring maupun luring,” ungkapnya.

Prestasi tersebut, menurut Edy, tidak tumbuh secara instan. Di lingkungan rumah, orang tua berupaya membangun fondasi nilai yang menjadi bekal Nazlea dalam setiap proses belajar dan pengembangan diri.

“Kami di rumah menanamkan tiga hal rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan keberanian. Kami selalu bilang bahwa prestasi itu bukan tujuan utama, tapi hasil dari proses belajar yang dijalani dengan konsisten,” katanya.

Prinsip tersebut pula yang menjadi dasar keluarga dalam menyikapi keterlibatan Nazlea di forum internasional seperti Model United Nations.

Edy menyadari, pada usia yang masih relatif muda, putrinya belum memiliki kecukupan pengalaman untuk sepenuhnya memahami isu-isu kompleks seperti ekonomi global dan transformasi digital. Namun, keterbatasan itu justru dipandang sebagai bagian dari proses belajar.

“Exposure lebih penting daripada harus langsung mahir. Kami tidak menuntut ia memahami semuanya. Yang penting ia berani mencoba dan belajar dari prosesnya,” tuturnya.

Melalui pengalaman tersebut, keluarga berharap Nazlea tidak hanya pulang membawa sertifikat atau catatan prestasi, tetapi juga cara pandang baru terhadap dunia yang lebih luas. Pengalaman berdiskusi, bernegosiasi, dan bekerja lintas negara dinilai menjadi bekal penting bagi masa depannya.

Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Kader Posyandu, Dosen Poltekkes Tasikmalaya Beri Pelatihan Pengukuran Antropometri JNE Dukung Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026 sebagai Mitra Logistik Resmi

“Dunia ke depan membutuhkan anak-anak muda yang kritis, berani, dan mampu bekerja lintas negara. Kami ingin ia tetap rendah hati namun memiliki perspektif global dan semangat kontribusi,” ujar Edy.

0 Komentar