Nazlea Numa, Siswa SMP Persis Gandok, Terpilih Jadi Delegasi di AYIMUN 2026 di Malaysia

berprestasi
Nazlea Numa, siswi SMP Persis Gandok Kota Tasikmalaya go internasional.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Keberanian generasi muda Indonesia untuk tampil di forum internasional kembali ditunjukkan oleh Nazlea Numa, siswi SMP Persis Gandok Kota Tasikmalaya.

Siswi kelas IX ini berhasil terpilih sebagai delegasi dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026 yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 16 – 19 Januari 2026.

Tak sekadar hadir, Nazlea mengemban peran strategis sebagai Delegasi Qatar dalam council United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), dengan topik berat seputar ekonomi global dan transformasi digital.

Baca Juga:Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina BandungCari Makan Siang Efisien? Cordela Suites Tasikmalaya Hadirkan Express Lunch Rp 68 Ribu

Bagi keluarga, pencapaian itu menjadi momen yang menggetarkan hati, ketika rasa bangga dan haru berpadu melihat putri mereka berani melangkah ke panggung dunia.

Orang tua Nazlea, Edy Suroso, mengaku tak menyangka putrinya mampu melangkah sejauh itu, terlebih dengan isu yang dibahas tergolong kompleks untuk usia pelajar SMP.

“Sebagai orang tua tentu kami merasa bangga dan terharu. Kami tidak menyangka Nazlea akan terpilih sebagai delegasi untuk council UNCTAD, apalagi topiknya cukup berat yaitu isu ekonomi dan transformasi digital global. Yang paling membuat kami bangga adalah keberaniannya mengambil peran dan tampil di panggung internasional,” ungkapnya kepada Radar, Sabtu (10/1/2026).

Ia mengungkapkan, ketertarikan Nazlea terhadap isu global ternyata tumbuh dari inisiatif pribadi. Ia secara mandiri mencari informasi mengenai Model United Nations, tertarik pada dinamika diplomasi serta persoalan lintas negara. Proses yang dilalui pun tidak instan, mulai dari seleksi administrasi, penulisan esai motivasi, hingga pemilihan council.

Dalam council UNCTAD, peran Nazlea tidak sekadar berbicara di forum. Ia dituntut berpikir kritis, menyusun argumentasi berbasis data, hingga bernegosiasi dengan delegasi negara lain terkait isu Global Tech Winter.

“Tugasnya membuat position paper dengan tema Mitigating the Impact of the Global Tech Winter on Emerging Economies and Digital Development. Jadi bukan sekadar berbicara, tetapi diplomasi, negosiasi, dan merumuskan solusi bersama terkait Global Tech Winter yg berdampak pada investasi teknologi, start-up, dan ekonomi digital di seluruh dunia,” tutur Edy.

Perjalanan menuju forum internasional tersebut juga diiringi dengan proses persiapan yang intens. Keluarga memastikan Nazlea mengikuti seluruh rangkaian pembekalan yang disediakan panitia, mulai dari workshop daring hingga sesi berbagi pengalaman dengan alumni AYIMUN.

0 Komentar