Jurnalis Italia Tuding Dua Pemain Inter Berbohong Usai Mengaku Puas dengan Hasil Imbang Lawan Napoli

Federico Dimarco
Federico Dimarco menjadi salah satu pemain Inter yang dituding berbohong usai gagal kalahkan Napoli Foto: Tangkapan layar Instagram@seriea
0 Komentar

Dalam editorialnya di Calciomercato, Guarro menyebut Inter kembali tumbang secara mental di menit akhir dan membuang peluang emas untuk menjauh di klasemen.

“Unggul dua kali, tersusul dua kali. Inter bisa menjauhkan Napoli, memberikan pukulan pada jalannya liga, dan akhirnya memenangkan laga besar. Mereka tidak berhasil,” tulisnya.

Inter memimpin 2-1 hingga menit ke-81, ketika Cristian Chivu tampak siap memasukkan Francesco Ambrosino sebagai penyeimbang energi.

Baca Juga:Inter Ditahan Imbang Napoli, Sabatini: Duel Pemanasan Perebutan Scudetto antara Chivu dan ConteSiapa Calvin Bassey? Bek Nigeria Kelahiran Italia yang Jadi Incaran Inter Milan

Namun pergantian itu dibatalkan. Bukan karena Napoli mematahkan rencana nerazzurri, melainkan Inter dinilai roboh dengan sendirinya.

Dalam satu momen yang tampak sederhana, Guarro mengkritik Bisseck dan Nicolo Barella karena panik menghadapi bola liar.

Kesalahan itu dimanfaatkan Lang untuk melepaskan umpan silang yang langsung disambar Scott McTominay untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2, hanya 10 menit sebelum wasit meniup peluit panjang.

San Siro pun membeku. Itu menjadi gol kesekian kalinya yang bersarang ke gawang Inter di menit akhir, sebuah pola yang menurut Guarro tak bisa lagi dianggap kebetulan.

Chivu sebelumnya mengatakan Inter bukan lagi tim rapuh yang tampil buruk di Maradona sebulan lalu.

Guarro mengakui ada kebenaran di sana, tetapi menyebut masalah Inter masih memilki masalah mental saat menghadapi tim papan atas.

“Hojlund seorang diri sudah cukup untuk menghancurkan seluruh lini belakang,” kritiknya.

Baca Juga:Capello Jelaskan Mengapa AC Milan Kesulitan Hadapi Tim Papan Bawah: “Tim Terganggu Saat Performa Modric Turun"Media Italia: Daniel Maldini Jadi Rebutan Juventus, Lazio, dan Napoli

Ia menilai Inter belum cukup solid untuk menjaga keunggulan dalam laga besar dan masih sering goyah dalam momen paling menentukan.

Guarro menegaskan Inter memang berkembang dibanding awal musim yang berantakan.

Namun ia menyebut tim Chivu masih seperti “pasien dalam masa pemulihan”—bergerak ke arah yang benar, tetapi jauh dari kata pulih total.

Komentar paling kerasnya diarahkan pada pemain seperti Alessandro Bastoni dan Federico Dimarco disebut memberi kesan puas pada wawancara pasca-laga.

“Mereka berbohong dan mereka tahu itu,” tulis Guarro pedas.

Menurutnya, meski betul Inter menunjukkan perbaikan, kegagalan memenangkan big match harus dilihat sebagai alarm serius.

Ia menekankaan jika hal ini terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa menular menjadi budaya kalah.

0 Komentar