Sabatini menegaskan bahwa Napoli bisa dua kali bangkit karena kehadiran gelandang asal Skotlandia itu, sembari menyimpulkan:
“Kalau ada pemain yang memberi Napoli alasan untuk percaya sampai menit akhir, itu McTominay.”
Hojlund Hancurkan Tembok Nerazzurri Seorang Diri
Tak hanya McTominay, jurnalis Italia lainnya, Pasquale Guarro ikut menyasar performa luar biasa Rasmus Hojlund.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Dua Pemain Inter Berbohong Usai Mengaku Puas dengan Hasil Imbang Lawan NapoliInter Ditahan Imbang Napoli, Sabatini: Duel Pemanasan Perebutan Scudetto antara Chivu dan Conte
Baginya, striker Denmark itu adalah aktor kerusakan total bagi lini belakang Inter Milan.
“Hojlund seorang diri sudah cukup untuk menghancurkan seluruh lini belakang,” kritiknya.
Guarro menyebut para bek Inter—termasuk Bisseck dan Bastoni—takut mengambil keputusan, mundur ketika harus maju, dan menghindar dari duel dalam.
Ia menyebut momen bola liar yang gagal ditangani Barella dan Bisseck sebagai bukti paling telanjang.
Guarro menegaskan: “Kalau satu pemain bisa membongkar organisasi pertahanan Anda, itu masalah mental, bukan sekadar teknis.”
Ia menilai Inter masih dihantui trauma musim lalu—ketika gelar buyar di minggu-minggu terakhir—dan itu muncul kembali saat tertekan.
Baik Sabatini maupun Guarro sepakat: pada malam itu McTominay dan Hojlund tampil seperti monster.
Baca Juga:Siapa Calvin Bassey? Bek Nigeria Kelahiran Italia yang Jadi Incaran Inter MilanCapello Jelaskan Mengapa AC Milan Kesulitan Hadapi Tim Papan Bawah: “Tim Terganggu Saat Performa Modric Turun"
McTominay memenangi duel satu lawan satu dan memaksa Inter kehilangan kendali.
Hojlund mematahkan stabilitas nerazzurri, menguji mentalitas, dan membuka setiap retakan kecil menjadi jurang yang memupuskan kemenangan yang sudah berada dalam genggaman.
