RADARTASIK.ID – Pertandingan panas Inter Milan kontra Napoli di Giuseppe Meazza menyisakan kesan yang sangat dalam bagi para analis sepak bola Italia.
Meski duel berakhir imbang 2-2, penampilan dua pemain Napoli—Scott McTominay dan Rasmus Hojlund—menyita sorotan dan menuai pujian bergelimang tinta dari dua jurnalis top Negeri Pizza.
Dini hari tadi, duel Inter–Napoli di San Siro menyajikan tontonan yang memenuhi seluruh ekspektasi laga besar.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Dua Pemain Inter Berbohong Usai Mengaku Puas dengan Hasil Imbang Lawan NapoliInter Ditahan Imbang Napoli, Sabatini: Duel Pemanasan Perebutan Scudetto antara Chivu dan Conte
Inter unggul lebih dulu lewat Federico Dimarco. Diawali dari Marcus Thuram yang menusuk sisi kiri sebelum melepas umpan tarik ke Dimarco.
Tembakan diagonal sang bek sayap menghujam pojok jauh, membuat Meret hanya menatap. Pada fase itu, Inter tampil dominan dan Napoli terlihat kesulitan keluar dari tekanan.
Namun Napoli menemukan momentum. Scott McTominay, gelandang yang kian nyaman dengan peran box-to-box, menyelinap dari lini kedua dan mengalahkan penjagaan sebelum menaklukkan Sommer dari sudut sempit.
Gol itu tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengubah ritme pertandingan.
Babak kedua memanas. Inter kembali unggul lewat penalti Hakan Calhanoglu menyusul handball Mkhitaryan—keputusan VAR yang memicu kemarahan Antonio Conte hingga ia diusir dari lapangan sambil berteriak keras memprotes.
Tetapi Napoli tak menyerah. McTominay kembali muncul pada momen krusial, menuntaskan umpan silang Lang untuk membuat skor kembali imbang.
Inter hampir menang melalui sepakan Mkhitaryan yang membentur tiang, namun pertandingan berakhir tanpa tambahan gol.
Baca Juga:Siapa Calvin Bassey? Bek Nigeria Kelahiran Italia yang Jadi Incaran Inter MilanCapello Jelaskan Mengapa AC Milan Kesulitan Hadapi Tim Papan Bawah: “Tim Terganggu Saat Performa Modric Turun"
Hasil ini menjaga ketatnya persaingan Scudetto, seiring Milan juga gagal menang beberapa jam sebelumnya.
Sandro Sabatini, salah satu pengamat Serie A paling vokal, menyebut duel McTominay kontra Manuel Akanji sebagai pertarungan yang menentukan wajah permainan.
Baginya, laga besar tak selalu dimenangkan lewat skor, tetapi lewat supremasi individu yang mengubah jalannya pertandingan.
“McTominay membakar habis Akanji, mengalahkannya secara fisik dan mental selama sembilan puluh menit,” tulis Sabatini dalam kolomnya di Calciomercato.
Lebih jauh ia menilai kombinasi McTominay–Hojlund memaksa Inter frustrasi dan gugup.
