RADARTASIK.ID –Hasil imbang 2-2 antara Inter Milan dan Napoli di San Siro tidak hanya mempertahankan jarak kedua tim di puncak klasemen Serie A.
Bagi jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, laga panas tersebut adalah teaser dari duel perebutan scudetto yang melibatkan dua sosok sentral: Cristian Chivu dan Antonio Conte.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menggarisbawahi bahwa Inter sebenarnya berada dua kali di ambang “menutup persainga di liga Serie A”.
Baca Juga:Siapa Calvin Bassey? Bek Nigeria Kelahiran Italia yang Jadi Incaran Inter MilanCapello Jelaskan Mengapa AC Milan Kesulitan Hadapi Tim Papan Bawah: “Tim Terganggu Saat Performa Modric Turun"
Nerazzurri memimpin dua kali dan berada dalam posisi menguntungkan untuk memukul mundur Napoli dari persaingan gelar.
Namun, menurutnya, justru Partenopei tampil lebih baik sepanjang pertandingan.
“Kalau harus jujur, Napoli bermain lebih baik—jauh lebih baik,” tulis Sabatini.
Ia menilai bahwa sekalipun Inter memetik tiga poin, skenario perebutan scudetto tak akan berubah.
Napoli tetap dalam perburuan gelar, dan musim masih panjang serta penuh kemungkinan.
Sabatini menegaskan bahwa Inter dan Napoli adalah dua tim terkuat saat ini, tetapi persaingan papan atas musim ini tidak eksklusif milik mereka berdua.
AC Milan, Juventus, dan AS Roma masih berada pada jarak yang memungkinkan membuat peta kekuatan berubah sewaktu-waktu.
“Mungkin mereka tidak berada di jalur scudetto secara langsung, tetapi ketiganya akan terus mengganggu,” ujarnya, menyoroti keseimbangan kompetisi yang jarang terlihat dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga:Media Italia: Daniel Maldini Jadi Rebutan Juventus, Lazio, dan NapoliSiapakah Joao Gomes? “Anjing Pemburu” Seharga Rp680 Miliar yang Diincar Napoli
Jurnalis kawakan ini juga menekankan bahwa duel Inter–Napoli layak mendapat pujian sebagai laga dengan kualitas sepak bola Eropa.
Inter membuka skor lewat aksi brilian Piotr Zielinski, yang kembali membuktikan statusnya sebagai gelandang kreatif paling komplet di Serie A musim ini.
Namun bintang pertandingan bagi Sabatini justru jatuh pada Scott McTominay dari Napoli.
Gelandang jangkung itu memaksa perhatian publik lewat duel fisik, gol, dan agresivitas tanpa kompromi.
Ia bahkan disebut “membakar habis” Manuel Akanji, yang dibuat kerepotan oleh kombinasi tekanan dan pergerakan cepat Rasmus Hojlund di lini depan Napoli.
Inter mencoba mengubah dinamika dengan masuknya Henrikh Mkhitaryan di babak kedua.
