Di akhir perbincangan, saya memberanikan diri bertanya: apakah H Azies masih ingin terjun kembali ke dunia politik?
Ia tersenyum tipis. Sejenak terdiam. Lalu menjawab singkat, “Wallohu a’lam bisoap.”
Jawaban yang tidak menutup kemungkinan, namun juga tidak memberi kepastian. Makan pagi pun usai. Mie hitam telah tandas. Namun obrolan pagi itu meninggalkan kesan mendalam. Tentang hidup, tentang arah, dan tentang politik yang seharusnya berpihak pada kebermanfaatan. (red)
