TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pagi itu Grand Mayasari Estate terasa lebih tenang dari biasanya. Tidak ada agenda resmi. Tidak ada forum besar. Hanya sebuah meja makan dan obrolan yang mengalir pelan.
Saya diundang makan siang oleh H Azies Rismaya Mahpud. Beliau kebetulan berada di Tasikmalaya setelah menghadiri sebuah acara pernikahan. Kesempatan singkat itu dimanfaatkan untuk berbincang, tanpa jarak, tanpa formalitas.
Usianya sudah memasuki kepala enam. Namun penampilannya masih segar. Posturnya tetap kokoh. Yang paling menonjol justru sikapnya—rendah hati, hangat, dan mudah diajak berdiskusi. Waktu seolah tidak banyak menggerus ketenangan yang ia miliki.
Baca Juga:Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Endang Juta DiundurSoal Dugaan Korupsi BUMDEsma Cigalontang, Dewan Desak Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Audit
Di hadapan kami tersaji mie hitam khas Tasikmalaya. Warnanya pekat, aromanya menggoda. Sambil menyantap hidangan lokal itu, obrolan pun mengalir dari hal-hal ringan hingga renungan hidup.
Di satu titik, H Azies menyampaikan pesan yang terdengar sederhana, namun sarat makna. Ia mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam memilih circle atau lingkungan pergaulan.
“Circle bisa menentukan arah jalan seseorang,” ujarnya.
Salah memilih, jalan yang lurus bisa berubah berliku. Bahkan bisa menjauh dari tujuan awal.
Menurutnya, satu cara untuk tetap berada di jalur yang benar adalah dengan mendengarkan, mengikuti proses, lalu menjalankannya dengan kesadaran. Tidak tergesa-gesa. Tidak melompat-lompat.
Pesan itu lalu berlanjut pada pembahasan yang lebih dalam: soal ibadah. Bagi H Azies, ibadah bukan sekadar rutinitas. Ia adalah benteng kehidupan. Penjaga diri agar tetap teguh di tengah godaan dan perubahan zaman.
Tanpa benteng itu, kata dia, manusia mudah goyah. Mudah terbawa arus.
Seiring waktu, topik pun bergeser ke obrolan pemerintahan dan politik. H Azies memandang pemerintahan ideal sebagai entitas yang berdiri sendiri, memiliki karakter, dan arah yang jelas.
Baca Juga:MUI Kota Banjar Sebut Jasa Sewa Pacar Haram!Saat Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya Masuk dalam Satu Frame Bersama Presiden RI!
Menurutnya, pemerintahan harus memiliki keinginan kuat untuk mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik. Kebijakan tidak cukup hanya dibuat, tetapi harus dimanfaatkan agar benar-benar terasa manfaatnya bagi publik.
Soal politik, ia tidak memandangnya sebagai sesuatu yang sepenuhnya buruk. Politik, baginya, bisa menjadi sesuatu yang baik bila digunakan dengan kebermanfaatan. Ia hanyalah alat, nilai baik atau buruknya tergantung pada bagaimana dan untuk apa ia digunakan.
